HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

Tersangka Abdi Senjata Meninggal Karena Sakit, Bukan Dibunuh Oknum Polisi

By On September 14, 2020


 Cendana Net News Medan- Tewasnya Abdi Sanjaya alias Cokna kasus narkoba yang dikabarkan dibunuh oknum polisi dari Polresta Deli Serdang, Senin, 14 Sept 2020, gelar perkara soal wafatnya korban, dihadiri Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan. 

"Hasil gelar perkara saya Ikuti, bersama Dirresnaroba Polda Sumut,"kata bang Neng, kehadiran itu ikut serta Kapolresta DeliSerdang, Waka Polresta Deliserdang Wassidik Polda Sumut Kasubdit Direskrimum Polda Sumut, Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang, dan Kasat Resnarkoba Polresta Deliserdang, dari duduk perkara dijelaskan kematian Abdi bukan sebab di- bunuh, namun karena sakit yang dideritanya, Nainggolan lanjut katakan, awalnya petugas Kepolisian menangkap tersangka Tumpal Hendrik Ferdianto Simbolon alias Bolon dari tangannya diamankan

barang bukti sabu seberat 13,24 gram, serta 26 butir pil ekstasi tepatnya barang haram itu,  pada tanggal 10 Sept 2020 lalu. 

"Tersangka Tumpal Hendrik Ferdianto Simbolon alias Bolon diperiksa setelah penyidik memeriksa dari data Handphone

Tersangka yang saat sudah sita petugas, ternyata benar Narkotika milik tersangka Tumpal yang didapat dari tangannya Abd," ungkap Nainggolan. 

Begitu diketahui keterlibatan Abdi, dalam kasus narkoba, penyidik langsung memeriksa, sebab mereka keduanya sudah kelima kali lakukan transaksi," terang," Nainggolan. 

Dalam penanganan kasus Narkoba tersangka Bolon dan Abdi.merupakan pelakunya. 

Dijelaskan dalam penangkapan tersangka Abdi saat itu berusaha hendak melarikan diri, namun petugas dengan ketat. 

mengamankan, tapi tersangka Abdi dengan modusnya, dia meronta-ronta sehingga tersangka itu sempat terjatuh, kemudian petigas mengamankannya. 

"Waktu itu dalam perjalanan petugas melihat tersangka Abdi dalam kondisi dan keadaannya lemas, sehingga tersangka langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, untuk perawatan medis

Setibanya mobil yang membawa terssngka Abdi, terlihat sudah tak dapat ditolong lagi, begitu pula dari keterangan tim medis kondisi tersangka sudah meninggal dunia. 

Nanun, atas permintaan keluarga Jasad Abdi supsya di bawa ke RS Rumah Sakit Umum Adam Malik untuk dilakukan otopsi.

"Dari hasil Otopsi RSUP Adam Malik, waktu itu belum keluar, hanya yang ada dari tim RS Bhayanhkara Polda Sumut yang memastikan Abdi meninggal dunia disebabkan sakit yang dideritanya selama ini.

Nanti Polresta Deli Serdang akan merilis kasus Abdi ke Media setelah menerima hasil otopsi tersebut," jelasnya. 

"Jadi persoalan kasus Abdi Sanjayaj als Cokna tidak benar dibunuh. Akan tetapi meninggal karena sakit yang dideritanya saat ditangkap karena terlibat kasus narkoba," pungkas MP. Nainggolan.(shaf/zie)


Maling Bongkar Ruko di Wilayah Hukum Kota Medan, Diberikan Hadiah Timah Panas

By On September 13, 2020


Cendana Net News, Medan-Dua pelaku pencuri dalam wilayah hukum kota Medan, diberikan hadiah pengamanan, karena melawan saat hendak ditangkap terpaksa ditempel timah panas. 

Dalam penangkapan tersebut Petugas tak ingin menjadi repot dengan tindakan kedua pelaku tidak jalan lain harus melepaskan timah panas dibagian kaki mereka. 

Diringkusnya kedua pelaku pencurian itu, berkat bekerja sama dari informasi warga masyarakat, akhirnya unit Reskrim Polsek Medan Timur berhasil menangkap pelaku musuh masyarakat.

Tersangka keduanya melakukan aksi pencurian di rumah toko ( ruko) milik warga Jalan Pasar III No. 33 B, Kelurahan Glugur Darat I, Kec Medan Timur, Selasa kemarin lalu. 

Keberhasilan aparat menangkap keduanya, antara lain, tersangka Said Ubaidillah alias Ubai (35) warga Jalan Pasar III, Gg. Masjid, dan Zainal Arifin alias Pablo (45) warga Jln Pasar III Gg Masjid.

Kapolsek Medan Timur, Kompol M Arifin, didampingi Kanit Reskrim, Iptu ALP Tambunan mengutarakan, meringkus kedua tersangka berawal dari laporan korban pemilik ruko Dara indah Adani (25) warga Jln Tangkul I No. 930, Kelurahan Siderejo Hilir, Kec.Medan Tembung, langsung membuat laporan pengaduan Ke Polsek Medan Timur, bahwa ruko dibongkar maling (pencuri), sesuai LP/609/IX/2020/Tabes Medan/Sek.Medan Timur.tanggal 6 Sept 2820.

Kerugian korban dalam kejadian kemalingan tersebut, 1 unit TV 29 inci merk Changhong, 3 kursi Jati warna putih, 2 patung Manekin, Keyboard  Merk Yamaha warna hitam, 

Dispenser Merk Miyako, Mesin air merk Shimizu, dan sejumlah pakaian. Kemudian 2 pintu kayu,  3 pintu besi, lemari baju dan 5 tas kulit sandang merk Chanel dan Bonia. 

Menindaklanjuti laporan korban timres Tekab Polsek Medan Timur terus memburu keberadaan pelaku dengan dipimpin Kanit Reskrim Iptu ALP Tambunan sebagai penggerak anggota. dalam melakukan penyelidikan. 

 "Kita mendapatkan informasi bahwa kedua pelaku keluar dari toko pakaian milik korban sembari membawa barsng curian, kemudian menawarkan baju hasil curian itu, kepada warga sekitar," ujarnya. Rabu 9 Sept 2020.

TimnTekab Medan Timur langsung meluncur kesasaran melacak pelaku Ubai saat jongkok dipinggir Jalan  pasar III Medan Timur 

Pengakuan pelaku Ubai, dia beraksi bongkar rumah toko (ruko) bersama temannya Pablo. 

Setelah mendengar dari mukut Ubai, petugas langsung mengejar Pablo dengan tidak berkutik ditangkap di depan Swalayan Alfamidi Jln Pasar III Medan Timur

Pengembangan kasus, penyidik mencari barang bukti, saat itu kedua pelaku memcoba menyerang petugas, dengan siap siagaan petugas aksi pelaku dapat dirobohkan dengan timah panas. Hal itu merupakan tindakan tegas terukur dengan menembak kedua kaki pelaku terarah dan terukur. 

Selanjutnya kedua tersangja harus diboyong  ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapatkan perawatan. 

Setelah itu dibawa ke Polsek Medan Timur, untuk penyidikan dan pengembangan selanjutnya.(shaf/zie)


Kapolda Mengajak Para Da'i Ikut Berperan Menghentikan Penyebaran Pandemi Covid 19

By On September 10, 2020


Cendana Net News, Medan- Untuk melawan penyebaran.pandemi Covid 19, Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs

Martuani Sormin,MSi mengajak para da'i dari beberapa daerah di Sumut secara bersama untuk mencegah virus yang meraja di negeri ibu pertiwi ini.

 Hal itu diungkap Kapolda, saat pertemuan dengan para da"i dari beberapa daerah berkumpul di Hotel Garuda Plaza Medan, Kamis, 10 Sept 2020.

"Persoalan virus Corona (Covid 19), sambung Kapolda Sumut, ini merupakan tugas kita bersama, sesuai keputusan Inpres Nomor.6 Tahun 2020, hal ini tanggung jawab kita bersama," sebutnya. 

Ia mengajak para da'i untuk bersama- sama menghentikan penyebaran Covid 19. 

Dengan dihentikan penyebarannya, sebut Kapolda Martuani, tidak terlepas menerapkan protokol kesehatan "Pakailah masker, rajin mencuci tangan, jaga jarak dan hindari kerumuman. 

Karena dengan inilah untuk melawan penyebaran pandemi Covid 19," ucap dia. 

Selanjutnya dikatakan selama ini TNI, Polri dan Pemerintah telah melakukan sosialisasi tentang protokol kesehatan terhadap masyarakat. 

Untuk itu, dengan pertemuan ini,para da'i juga diminta melakukan sosialisasi terhadap masyarakat tentang protokol kesehatan. 

"Selama ini TNI dan Polri telah bekerja melakukan sosialisasi Dengan begitu, para da'i juga dapat menyampaikan persoalan ini kepada masyarakat. 

Untuk disampaikan kepada masyarakat selalu pakai masker dan rajin cuci tangan," ujar Martuani Sormin. 

Mulai hari bahagia ini, pemetintah bersama TNI-Polri telah melakukan kampanye pembagian

masker dan sekaligus melakukan Operasi Yustisi."Selama ini kita sudah melakukan peringatan tegoran, berarti mulai hari ini siapa yang tidak pakai masker akan diberi tindakan berupa denda dan sanksi sosial," ujar orang nomor satu bintang dua Polda Sumut itu. 

Hal ini dilakukan, menurutnya guna memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid 19).

"Kalau kita tidak bisa menerapkan protokol kesehatan, pandemi Covid 19 terus menyerang kita," papar akhir Kapolda menutup pertemuan dengan para da'i, Kamis, 10 Sept 2020.(shaf/zie)


Ditres Narkoba Polda Sumut Buka Hotline 24 Jam Pengaduan Masyarakat

By On September 09, 2020

Cendana Net News, Medan- Sumatera Utara kini digempur dengan penyalahgunaan dan peredaran Narkoba. Hal itu seperti yang diungkap Direktur Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sumut,

Kombes Pol Robert Dacosta, dalam perbincangan serius dengan awak media, sembari memintakan peran pers dan masyarakat saat ini sangat dibutuhkan, katanya Polri memerlukan kerjasama dengan awak media maupun masyarakat, tanpa itu mustahil kita dapat membasmi peredaran narkoba yang sekian hari terlihat Sumatera Utara samakin marak penyalahgunaan dan peredarannya. 

Walau Ditres narkoba Polda Sumut, serius menghancurkan dan memusnahkannya, tokh masih saja beredar sampai keplosok daerah terpencil di Sumut. 

Saat ini kita gigih membasmi narkoba, bahkan memburu pelaku pengedar dan bandarnya. Karena, kalau kita tidak kerja keras tidak mengenal siang dan malam, jaringan ini semakin meluas. 

Untuk itu, saya sebagai pimpinan Ditres Narkoba mengajak rekan-rekan pers membantu dan mendukung dalam melawan maupun memerangi narkoba. 

Pasalnya, yang nama narkotika, berjenis apapun itu, terbukti sudah banyak menghancurkan masyarakat dan generasi penerus bangsa. 

Oleh karena itu, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut buka Hotline Pengaduan buat masyarakat, kata Kombes Robert Dacosta, agar masyarakat dapat memberi informasi terkait maraknya penyalahgunaan dan peredaran narkotika melalui Hotline.Robert Dacosta bilang,

"nantinya sarana yang diterima dari warga masyarakat akan ditindaklanjuti langsung oleh Ditres Narkoba Polda Sumut, lalu kepolisian dapat menyelidiki dan mengembang informasi, sehingga dapat membuahkan hasil yang maksimal," tambahnya.

Saat ini pihaknya sudah membuka akses guna memudahkan masyarakat untuk menyampaikan informasi terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba khususnya di Sumatera Utara. 

"Dengan kita buat akses Hotline tersebut agar masyarakat tidak lagi takut memberikan ibformasi yang ada di sekitarnya secara langsung," ujarnya. 

Selain itu, orang pertama dilingkungan Ditres Narkoba menjelaskan, jajarannya kini telah menyediakan Call Centre yang melayani 24 Jam menerima laporan mssyarakat tentang peredaran gelap narkotika di Wilayah Provinsi Sumatera Utara. 

"Callcentre disediakan untuk menjawab tingginya kesadaran dan keinginan wsrga masyarakat dalam membantu kepolidian

Daerah Sumatera Utara, terkait hal pemberantasan dan penindakan peredaran narkoba merusak para generasi bangsa, dan jajaran saya dapat melayani pengaduan masyarakat," jelas Robert Dacost.(shaf/zie)


 

Pemuda Aceh Bawa Sabu, Disembunyikan Dalam bungkusan Nasi Ditangkap Polisi diJalan SM Raja Medan

By On September 09, 2020


Cendana Net News, Medan- Pemuda Asal Muara Batu, Provinsi Aceh bernama Riski Ananda dengan gaya serta penampilan keluguan yang polos tersebut, berdiri dipinggir jalan persis depan Rumah Sakit Mitra Medika, saat itu dia menunggu bus sambil nenteng sebuah bungkusan nasi yang berisikan narkotika jenis sabu- sabu.

Pria ini mencoba untuk mengibuli petugas yang seakan- akan dia orang awam atau orang udik yang sama sekali tak mengerti maupun tak mengenal apa itu sabu-sabu.

Tetapi gerak gerik dia sangat mencurigakan yang diduga membawa barang haram alias narkotika.

Namun,setelah diteliti informasi masyarakat,  lalu petugas Polisi langsung meluncur ke sasaran TKP saat itu tersangka masih ditempat, kemudian petugas melakukan penggeledahan. 

Sehingga dari bungkusan nasi yang dibawanya ditemukan satu bungkus plastik berisi sabu-sabu seberat 100 gram.  

Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza, melalui Kanit Reskrim Iptu Philip Purba, Selasa 8.

September 2020, lalu menjelaskan, Risky Ananda (25) asal Aceh Utara itu, ketika hendak ditangkap peranannya seperti orang lugu, sambil berkata, ada apa pak, sebenarnya saya ditangkap. 

Namun petugas sama sekali tidak menggubris dan menanggapi ucapan pemuda tersebut. 

Kanit Reskrim Iptu Philip Purba ketika itu dia ngomong bahwa tersangka ditangkap tidak berkutik dan tertangkap tangan barang bukti 100 gram sabu disembunyikan dalam bungkusan nasi, papar Philip.

Tersangka ditangkap ketika melintas jalan Sisingamaraja, Medan Amplas, penangjapan bermula informasi  masyarakat, sehingga anggota dengan sigap dan cepat meluncur ke lokasi tanpa buang waktu, akhirnya berhasil menangkap pria Aceh itu. 

Risky Ananda sama sekali tak mengira keluguan diketahui petugas. Sementara dia tidak tahu petugas saat ini cukup jeli dan mantap dalam bidang Reserse kepolisian. 

Iptu Philip Purba memaparkan, tentang pasal dan Undang Undang yang dikenakan bagi tersangka Risky Ananda dijerat pasal 114 ayat (2) subs pasal 112 ayat (2),UU RI No 35 Tahun 2009, tentang Narkotika. "Ancaman hukuman 20 Tahun penjara,atau seumur hidup.(shaf/zie)


Peredaran Narkotika Jenis Sabu di Wilayah Hukum Polres Labuhan Batu Segera Dihabisi Bila Perlu Pengedar dan Bandar Tembak Ditempat

By On September 08, 2020

Cendana Net News, Labuhan Batu-Pengungkapan tindakan pidana peredaran penyalah gunaan Narkotika jenis sabu-sabu yang saat ini tersangka diringkus Satnarkoba di wilayah hukum Polres Labuhan Batu. 

Paparan kasus narkoba digelar di halaman Mapolres Labuhan Batu Jalan Thamrin, Kecamatan Rantau Utara, Kab. Labuhan Batu,Senen 7 Sept 2020, semalam. 

Tersangka yang diamankan sejumlah 3 (tiga) orang, yakni tersangka Warimin, Sutarmin dan Japar Sidik, ketiganya warga Labuhan Batu Selatan (Labusel). 

Ketiga tersangka dicekal polisi, berkat informasi warga yang merasa resah akibat peredaran narkotika semakin merajalela di sekitar pemukiman penduduk. Karena itu, 

warga mengabari petugas Satnarkoba Polres Labuhan Batu,  langsung dilakukan pengembangan kasus tersebut. Kemudian Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu, mengerah anggota dengan membagi dua tim untuk meringkus para tersangka itu. 

Dalam gerak cepat tim anti narkoba Polres Labuhan Batu berhasil meringkus tersangka tidak terlalu lama pada hari Jumat 4 Sept 2020, sekitar pukul 21.00 Wib, dan kini ketiga tersangka sudah dijebloskan dalam sel tahanan Satnarkoba Labuhan Batu.

Petugas dalam penangkapan tersebut menyita barang bukti dari tangan tersangka berupa narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,06 gram dan uang tunai sejumlah Rp. 400 ribu.

Penyidik melakukan pengembangan kasus dengan mengenjot dalam pemeriksaan terhadap tersangka Sutarmin dan akhirnya

mengaku kalau barang haram itu diperolehnya dari Warimin yang usianya sudah senja itu, namun masih doyan mencicipi narkoba jenis sabu. 

Dengan begitu, petugas seolah tak mau ketinggalan langsung bergerak cepat mengejar seorang tersangka Warimin berhasil disita dari tangannya ditemukan sabu-sabu seberat 0,2 gram dan. Uang sebanyak Rp 2.400.000,- dari hasil penjualan barang haram tersebut. 

Pada harj yang sama,tim berhasil membekuk tersangka Japar Sidik di pompa bensin SPBU bersama barang bukti sabu seberat 90,9 gram ditemukan dibungkus dengan sebuah kotak makanan ringan yang dimasukan ditempat tisu.

Tersangka Japar Sidik mengaku barang sabu itu,  diperolehnya dari berinusial W,  yang kini dalam pengejaran kepolisian.

Kapolres Labuhan Batu mengatakan, "kita gencar memburu peredaran narkotika, karena kita tidak ada kompromi dengan namanya narkoba, baik terhadap pengguna, pengedar apalagi Bandar Narkoba,"tegasnya.

"Menurut Kapolres, pihaknya tetap selalu menerima dan segera menindak lanjuti laporan masyarakat tentang lokasi tempat

peredaran penyalah gunaan narkotika maupun transaksi jual barang haram sabu. Kita tidak tinggal diam langsung memburu pelaku pengedarnya. 

Maka kita butuh kerjasama dengan masyarakat untuk membasmi narkoba. 

Dengan bekerja sama, saya yakin peredaran narkoba di wilayah hukum Polres labuhan Batu dapat ditekan dan dimusnahkan. 

Kita bertindak tidak main-main dan bila perlu bandar Narkoba diberikan pengajaran tembak ditempat ," tegas Kapolres. 

Kasus narkotika bagi ketiga terssngka dijerat pasal 114 subsider 112 Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara.(shaf/zie)


 

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Internasional Indonesia-Nigeria Terkait Penipuan Bermodus Hacker Email

By On September 07, 2020


JAKARTA,Cendananet News-Bareskrim Polri bongkar sindikat Internasional Indonesia-Nigeria terkait penipuan bermodus hacker email pada perusahaan asal Althea Italy S.p.a, yang tengah melakukan pembelian peralatan medis yakni ventilator Covid-19.

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, dalam peristiwa itu pihaknya berhasil menangkap tiga orang warga negara Indonesia yakni SB, R dan B. Dari penangkapan tersebut polisi berhasil menyita uang senilai Rp5,6 miliar.

Kemudian satu tersangka lagi yakni bernama Dima yang merupakan warga negara Nigeria. Dia diduga merupakan otak dari jaringan tersebut.

"Satu pelaku lagi yang diduga warga negara Nigeria bernama Dima alias Brother yang berperan sebagai aktor intelektual saat ini masih DPO," kata Listyo di Mabes Polri, Senin (7/9/2020).

Listyo menuturkan, pihaknya sedang dalam pencarian untuk menangkap satu tersangka WNA yang diduga otak di balik penipuan dan masih belum diketahui asal-usulnya.

"Akan segera dilakukan langkah-langkah selanjutnya untuk kemudian nanti akan kita rilis dalam kesempatan berikutnya," bebernya.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika, menuturkan bahwa tersangka yang masih DPO ini diduga sebagai mastermind atau otak di balik penipuan.

"Sedangkan tiga pelaku yang orang Indonesia menyiapkan dokumen-dokumennya," bebernya Helmy.

Meski begitu, Helmy mengaku sejauh ini pihaknya masih belum mengetahui keberadaan dan asal-muasal tersangka WNA tersebut. Pihaknya masih melakukan pendalaman.

"Belum diketahui, soal dari mana juga terputus, kita sedang melakukan pendalaman," paparnya.

Pihaknya juga telah bekerjasama dengan Direktorat Siber untuk melakukan tracing dan kerjasama dengan Interpol Italia untuk bisa mengetahui ip adress pelaku.

Adapun modus operandi yang dilakukan para pelaku ialah modus bisnis email compromise atau hacking email dengan cara membuypas komunikasi email antara perusahaan Althea asal Italia dengan Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics dari Tiongkok.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP, 263 KUHP, Pasal 85 UU nomor 3 tahun 2011, Pasal 45A ayat 1 junto Pasal 28 ayat 1 tentang ITE junto Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP, Pasal 3, 4, 5, 6 Pasal 10 UU nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU. Tersangka terancam hukuman di 5 tahun penjara.(leo. S/shaf/red)



Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *