HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

Terungkap, Istri Bomber Mapolrestabes Medan Hendak Meneror Bali

By On November 16, 2019

DEPOK, Cendananet News- Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, Rabu (13/11/2019), telah mengamankan seorang perempuan berinisial D.
D adalah istri dari RMN, pelaku bom bunuh diri di halaman Markas Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu pagi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa saat ditangkap, D sedang menyusun rencana melancarkan teror di Bali.

"Di dalam jejaring komunikasi media sosialnya, mereka (D dan terduga teror lainnya) berencana melakukan aksi terorisme di Bali," ujar Dedi di Markas Korps Brimob, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/11/2019).

Penyusunan rencana aksi teror ini, lanjut Dedi, dilakukan bersama seorang pria berinisial I.
Fakta yang mengejutkan bahwa I merupakan narapidana perkara terorisme yang saat ini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II, Kota Medan, Sumatera Utara.

"Yang bersangkutan (D) cukup aktif di media sosial dan secara fisik sudah pernah berkomunikasi lewat Facebook (dengan I)," kata Dedi.

Kini, D masih diperiksa secara intensif oleh tim densus 88 Antiteror Polri untuk pengembangan kasus bom bunuh diri sang suami beserta aksi teror yang direncanakannya.

Diberitakan, seorang pria yang mengenakan jaket berlogo ojek online melakukan bom bunuh diri di halaman Mapolrestabes Medan, Rabu pagi. 

Pelaku diketahui meninggal dunia di tempat dengan kondisi mengenaskan.
Peristiwa itu juga menyebabkan enam orang menjadi korban luka ringan. 

Empat orang merupakan personel Polri, satu orang pekerja PHL, sedangkan seorang lainnya masyarakat biasa.

Berdasarkan hasil olah TKP, tim berhasil mengidentifikasi identitas pelaku. Pria berjaket ojek online yang meledakkan diri berinisial RMN, usia 24 tahun.

RMN yang berstatus pelajar/mahasiswa itu lahir di Kota Medan, 11 Agustus 1995. Berdasarkan data catatan kependudukan, RMN tinggal di bilangan Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

Penjagaan ketat dilakukan di Mapolrestabes Medan, pasca teror bom bunuh diri yang terjadi rabu pagi. 

Aparat kepolisian bersenjata, disiagakan di depan Mapolrestabes Medan, untuk memperketat pengamanan. 

Satu per satu warga, maupun tamu, dilakukan pengecekan lebih ketat dari biasanya. Kendati demikian, pihak polrestabes medan menyatakan tetap akan membuka sejumlah layanan publik untuk warga. 

Tim gegana brimob polda Sumut sore tadi menggeledah satu sepeda motor, yang terparkir di area luar Polrestabes Medan. Motor diduga milik pelaku bom bunuh diri di polrestabes medan. 

Petugas terpaksa merusak bagian jok sepeda motor, untuk memeriksa bagian bagasi sepeda motor.

Dari penggeledahan, petugas mengamankan satu plastik yang diduga berisi bahan berbahaya, sedangkan untuk sepeda motor, dibawa ke dalam gedung Polrestabes Medan.(cnn/kp)

Bom di Polrestabes Medan High Explosive? Ini Kata Polisi...

By On November 14, 2019

JAKARTA, cendananet News-Mabes Polri belum dapat memastikan daya ledak bom bunuh diri di halaman Markas Polrestabes Medan, Rabu (13/11/2019).
"Kami belum tahu apakah rangkaian dari ledakan (bom) ini, apakah high explosive atau tidak," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen M Iqbal sebagaimana dikutip dari tayangan Kompas TV.

Dari informasi yang dihimpun, terdapat paku di sekitar lokasi.

Saat ini, tim gabungan dari Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, Inafis, Gegana, dan Puslabfor masih menggelar olah tempat kejadian perkara.

Dalam peristiwa itu terdapat enam orang korban luka.

Namun, Iqbal memastikan, enam orang korban tersebut tidak mengalami luka serius.

"Alhamdulillah, tidak ada korban luka parah," lanjut Iqbal.

Iqbal tak menjelaskan lebih lanjut identitas keenam orang korban itu.

Informasi yang beredar, lima personel Polri yang terluka, yakni anggota Propam Polrestabes Medan dan anggota bagian Operasional Polrestabes Medan.

Selain itu, kendaraan dinas yang terparkir di dekat titik ledakan juga rusak ringan.(cnn/kp)

Potongan Kabel hingga Baterai Diamankan di Sekitar Lokasi Ledakan Polrestabes Medan

By On November 13, 2019

JAKARTA, Cendananet News-Aparat kepolisian masih mengidentifikasi jenis bom yang digunakan pelaku bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11/2019).

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, tim gabungan dari Detasemen Khusus 88 Antiteror, Inafis, dan Pusat Laboratorium Forensik telah berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

"Barang yang berhasil diamankan terkait masalah jenis bom antara lain baterai 9 volt, kemudian pelat besi metal, sejumlah paku (yang) cukup banyak (dengan) berbagai ukuran yang ditemukan di TKP," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Mabes Polri.

Selain itu, ia menambahkan, ada pula sejumlah potongan kabel dan tombol switch on/off yang berhasil ditemukan oleh tim gabungan.

Seluruh benda yang ditemukan di TKP nantinya akan diidentifikasi untuk menentukan apakah jenis ledakan yang terjadi termasuk ke dalam low explosive atau high explosive.

Sebelumnya, Polri telah berhasil mengidentifikasi identitas pelaku berdasarkan sidik jari yang didapatkan di tempat kejadian perkara.

Dari hasil pengecekan yang dilakukan Tim Inafis Polri dengan memadankan data yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, diketahui identitas pelaku berinisial RMN.

"Usianya 24 tahun, kemudian lahir di medan, statusnya adalah pelajar/mahasiswa. 

Yang bersangkutan selain diidentifikasi, identitasnya juga masih akan dikembangkan oleh tim Densus 88," ucapnya.(cnn/kp)

Upacara Hari Pahlawan di Mapolda Dipimpin Kapolda Sumut, Agus Andrianto.

By On November 10, 2019

Medan, Cendananet News- Kapolda Sumut pimpin pelaksanaan Upacara memperingati Hari Pahlawan bertempat di Lapangan KS Tubun Mapoldasu. Minggu (10/11).
Selain Kapolda Sumut, Irjen Pol. Drs. Agus Andrianto, SH, MH turut di ikuti oleh PJU Polda Sumut dan para Anggota Polri dan ASN Polri.
Dalam amanatnya, Kapolda Menyampaikan hari pahlawan, kita diingatkan kembali kepada peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam merebut kemerdekaan indonesia.
Kapolda Menyebutkan pada pertempuran tersebut rakyat bersatu padu, berjuang, pantang menyerah melawan penjajah yang ingin menancapkan kembali kekuasaannya di indonesia.
Kapolda mengatakan, Peristiwa perang mengingatkan kita bahwa kemerdekaan yang kita rasakan saat ini tidaklah datang begitu saja, namun memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa dari para pendahulu negeri.
Kapolda menyampaikan Semangat yang ditunjukkan para pahlawan dan pejuang tersebut hendaknya perlu terus ditumbuh kembangkan di dalam hati sanubari segenap insan warga negara indonesia.
Kapolda Juga mengatakan, Dengan peringatan hari pahlawan diharapkan kita akan lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan, sebagaimana ungkapan salah seorang the founding fathers bung karno yang menyatakan bahwa ”…hanya bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar…”.
Kapolda menyampaikan peringatan hari pahlawan kita bangkitkan semangat berinovasi bagi anak-anak bangsa untuk menjadi pahlawan masa kini, sebagaimana tema peringatan hari pahlawan tahun 2019 adalah “aku pahlawan masa kini”.
Menjadi pahlawan masa kini dapat dilakukan oleh siapapun warga negara Indonesia, dalam bentuk aksi-aksi nyata memperkuat keutuhan nkri, seperti menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat mengganggu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoax, tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugikan orang lain dan sebagainya.
Jika dahulu semangat kepahlawanan ditunjukkan melalui pengorbanan tenaga, harta bahkan nyawa. 
Sekarang, untuk menjadi pahlawan bukan hanya mereka yang berjuang mengangkat senjata mengusir penjajah, tetapi kita juga bisa, dengan cara menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan, memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, membawa harum nama bangsa di mata internasional.(cnn/tbn/Its)

Nasdem: Bodoh jika Kita Meninggalkan Jokowi

By On November 09, 2019

JAKARTA, Cendananet News- Ketua DPP Nasdem Irma Suryani Chaniago menegaskan bahwa partainya tetap mendukung pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Bahkan, dukungan itu akan ditegaskan kembali dalam Kongres II Partai Nasdem yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 8-11 November 2019.

"Ini pilpres saja baru selesai kan enggak mungkin namanya Nasdem itu yang mendukung Presiden tanpa syarat dan mahar dari 2014 mau meninggalkan yang sudah kita menangkan begitu saja," kata Irma di arena Kongres, Sabtu (9/11/2019).

"Itu (meninggalkan Jokowi) pekerjaan bodoh, pekerjaan sia-sia dan bodoh. Enggak mungkin itu kita lakukan," sambungnya.

Oleh karena itu, Irma heran kini banyak yang menuding Nasdem akan keluar dari koalisi Jokowi-Ma'ruf dan menjadi partai oposisi.
Apalagi, tudingan itu hanya didasari pertemuan Ketua Umum Partai Nasdem surya paloh dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman.

"Sebenarnya itu kenapa harus curiga? Kenapa harus di-framing bahwa seolah-olah kami ingin berada di luar, seolah-olah kami membangun poros baru," kata Irma.

Irma menegaskan komunikasi politik yang dibangun Nasdem dan PKS justru untuk membantu Presiden Jokowi mengkonsolidasi kekuatan yang ada di luar pemerintah.

Setelah PKS, Surya Paloh juga berencana bertemu dengan PAN dan Demokrat.

"Tapi kan banyak yang nyiyir, banyak yang mencurigai. Kalau kita hidup selalu dengan kecurigaan, kapan kita bisa bangun indonesia ini ke depan menjadi lebih baik," kata dia.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh sebelumnya menilai ada partai yang mencurigai langkah Nasdem yang membuka ruang komunikasi dengan beberapa di luar koalisi pemerintah.

Namun saat ditanya partai mana yang mencurigai Nasdem, Surya enggan menjawab. Ia hanya meyakini ada partai yang mencurigai Nasdem.

"Yang mencurigai Nasdem ya kita enggak tahu. Tapi pasti ada bagaikan angin yang terasa di tangan saya tapi saya enggak bisa tangkap dia. Enggak terlihat tapi ada perasaan saja," kata Surya di sela Kongres kedua Nasdem di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Namun, Surya tak mempermasalahkan hal tersebut. Ia mengatakan Nasdem tetap membuka ruang komunikasi dengan partai di luar koalisi pemerintahan.

"Kami bangga berada di Nasdem. Kami bangga memiliki Nasdem. Tapi kita harus lebih berbangga lagi menjadi rakyat dan warga negara Indonesia. Itu lah manifesto kita. 

Jadi bukan dasar Nasdem partai pengusung pemerintah kemudian hanya memikirkan kepentingan koalisi," lanjut dia.(cnn/kp)

Politisi PDIP Dewi Tanjung Laporkan Novel Baswedan ke Polisi, Hasto: Tak Terkait Partai

By On November 08, 2019

JAKARTA, Cendananet News- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto kristiyanto menanggapi terkait kader PDIP Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung yang melaporkan penyidik KPK Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya.
Hasto menegaskan, apa yang dilakukan Dewi tak terkait dengan partai berlambang banteng moncong putih.
"Dewi Tanjung, dia menjadi salah satu caleg tapi apa yang dilakukan tidak terkait dengan partai," kata Hasto kristiyanto usai menghadiri HUT ke-55 Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (6/11/2019) malam.
Hasto pun menilai, apa yang dilakukan Dewi Tanjung bersifat pribadi.
Sebab, ia menegaskan tak ada instruksi dari PDIP kepada Dewi terkait pelaporan itu.
"Nggak ada (instruksi partai,red). Apa yang dilakukan oleh anggota PDIP biasanya menyuarakan apa yang ada dalam suara hatinya dan itu juga berpijak kepada apa yang ditangkap dari suatu hal yang muncul dari rakyat itu sendiri. Terkait hal tersebut itu merupakan pribadi ya dari Dewi Tanjung," ungkap Hasto.
Meski demikian, Hasto mengaku belum mendapatkan informasi detail apa yang menjadi alasan Dewi Tanjung melaporkan Novel ke polisi.
"Saya belum tahu kalau ada yang melaporkan ya. Berkaitan hal tersebut karena menurut saya pribadi sebagai Sekjen konsentrasinya sedang menyiapkan pilkada dan konsolidasi internal," kata Hasto.
Dikabarkan sebelumnya, laporan dibuat Dewi Tanjung di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya, Rabu (6/11/2019).
Alasan pelaporan tersebut lantaran kasus penyiraman air keras tersebut tak masuk akal.
"Saya melaporkan Novel Baswedan penyidik KPK terkait dugaan rekayasa kasus penyiraman air keras. Ada beberapa hal yang janggal dari rekaman CCTV dia, yakni dari bentuk luka, dari perban, kepala yang diperban tapi tiba-tiba mata yang buta begitu kan," kata Dewi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (6/11/2019).
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Politisi PDIP dewi tanjung Polisikan Novel Baswedan, Hasto: Tak Terkait Partai.(cnn/fa/tbn)

Muncul Isu Antasari-Ahok Jadi Dewan Pengawas KPK, Jokowi: Masih Digodok

By On November 06, 2019

Jakarta,Sorot Bola Mata-Isu eks Ketua KPK antasari Azhar dan eks Gubernur DKI Jakarta basuki Tjahaja purnama (Ahok) menjadi calon Dewan pengawas (Dewasa) KPK menyeruak. Presiden Joko Widodo (jokowi) mengatakan nama-nama Dewas KPK masih dalam penggodokan.

"Masih dalam penggodokan. Tetapi kita harapkan yang ada di sana (Dewan Pengawas KPK) memiliki integritas," kata Jokowi saat menjawab pertanyaan wartawan apakah nama Antasari dan Ahok masuk dalam bursa Dewas KPK, di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (6/11/2019).
Jokowi mengatakan saat ini pihaknya masih menggodok calon Dewas KPK. Dia mengatakan, pelantikan Dewas KPK akan dilaksanakan pada Desember 2019. Pembentukan Dewas KPK tercantum dalam UU Nomor 19/2019 tentang KPK atau UU KPK hasil revisi.
"Nanti masih bulan Desember, masih digodok di tim internal. Nanti kalau sudah kita sampaikan," ujarnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Presiden Jokowi Fadjroel Rachman, mengatakan Dewas KPK akan diambil dari unsur hukum dan nonhukum. Fadjroel membuka peluang adanya pensiunan penegak hukum yang masuk menjadi Dewas KPK.

"Sangat dimungkinkan, kalau pensiun boleh dong masuk di dalamnya. Tentu yang tidak aktif kan," kata Fadjroel di Kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (5/11).(cnn/dn)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *