HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

Pemeriksaan Giat Wasrik Itwasum Meliputi Bidang Keuangan dan Perencanaan

By On September 15, 2019

Asahan, Cendananet News- Kapolres Batubara
AKBP R. Simatupang, SH,  M Hum turut hadir mengikuti Giat Wasrik Itwasum Mabes Polri, Kamis kemarin lalu, di Aula Kamtibmas Mako Polres Asahan, sekira pukul 08.00 Wib.

Kegiatan rutin tahap II TA 2019,.dalam aspek pelaksanaan dan pengendalian penggunaan Anggaran/Diva.

Sedangkan pemeriksaan meliputi bidang Keuangan dan perencanaan Wasrik Itwasum tahap II TA 2019, dipimpin Ketua Brigjend Pol Denny Gapril SiK, SH dengan diikuti j Kepolisian Resort Batubara dipimpin AKBP R.Simatupang,SH,M.Hum.

Kapolres Asahan dipimpin AKBP Faisal F. Napitupulu, SiK, SH, Kapolres Tanjung Balai AKBP Irvan Rifa'i, SiK, SH MH dan Kapolres Labuhan Batu, AKBP Frido Simorangkir, SH, M.Hum. Kegiatan usai sekura pukul 13.30 Wib. (shaf/Faisal)

Antasari Azhar Sesalkan Sikap Pimpinan KPK Lempar Tanggung Jawab ke Jokowi

By On September 14, 2019

Cendananet News-Tiga Pimpinan Komisi Pemberantasan korupsi (KPK), yakni Ketua agus rahardjo bersama Wakil Ketua saut situmorang dan La Ode menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Presiden Joko Widodo (jokowi). Bahkan Saut Situmorang telah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Pimpinan KPK periode 2015-2019.
Menanggapi sikap ketiga pimpinan tersebut, mantan Ketua KPK antasari azhar menyebarkannya. Keputusan tersebut dinilainya sebagai sikap yang tidak tepat, tidak dewasa dan tidak gentleman.
"Saya atas nama mantan Ketua KPK saya sangat menyesalkan sikap seperti itu. Seharusnya kondisi KPK seperti ini, ada masalah internalnya, banyak yang mengkritisi, seharusnya KPK menjaga pimpinan ini. Bukan berarti mundur dan menyerahkan kepada presiden. Ini tindakan yang tidak dewasa, tindakan yang tidak gentleman," ujar Antasari seusai menghadiri deklarasi Garda Aksi Indonesia di rumah dinas Wali Kota Solo Loji Gandrung, Sabtu (14/9).
Menurut dia, seharusnya para pimpinan tersebut tetap bertahan dan menjaga nama baik lembaga maupun SDM, meskipun ada gangguan yang datang. Dan bukannya bersikap cengeng.Terkait revisi UU No. 30 Tahun 2002 tentang KPK, Antasari mendukung langkah tersebut. Apalagi sudah menjadi keputusan presiden. Revisi tersebut diyakini akan lebih memperkuat KPK dalam menangani kasus korupsi.
"Ini sudah keputusan presiden kok, presiden setuju revisi," katanya.
Dengan revisi UU KPK, dikatakannya, nanti lebih memiliki kepastian hukum. Presiden Jokowi, kata dia, tidak semua menyetujui usulan merevisi UU KPK. Hal itu menunjukkan komitmen Jokowi dalam memberantas korupsi.
"Jangan disalah artikan niatan Jokowi menyetujui revisi UU KPK sebagai upaya melemahkan lembaga antirasuah. Saya melihat revisi itu akan menjadikan KPK menjadi lebih kuat," katanya lagi.
Mengenai poin penyadapan, menurut Antasari hal tersebut memang diperlukan, namun tetap harus diawasi oleh dewan pengawas. Sehingga tidak perlu melibatkan pihak eksternal.
"Penyadapan itu bisa dijadikan sebagai alat bukti. Itu hanya bisa dilakukan setelah ada surat perintah penyelidikan. Ini biasa dilakukan semasa saya menjabat ketua KPK," katanya.(cnn/mdk)

Alasan DPR Tunjuk Firli Bahuri Jadi Ketua KPK Periode 2019-2023

By On September 13, 2019

Jakarta,Cendananet News- Wakil Ketua Komisi III Erma Suryani Ranik mengungkap alasan pihaknya menunjuk firli Bahuri sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023. Menurutnya, pilihan jatuh kepada Kapolda Sumatera Selatan itu karena memperoleh suara terbanyak.
Lima dari 10 pimpinan KPK jilid V ini terpilih melalui proses voting yang diselenggarakan Komisi III DPR usai melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test. Firli mendapatkan suara bulat dari total anggota Komisi III dpr yang hadir, yakni 56.
"Tadi kita fraksi-fraksi bersepakat untuk, meskipun tidak ada di UU tapi kita kesepakatannya siapa pun yang memperoleh suara terbanyak, dialah yang kita tunjuk menjadi Ketua KPK," ujar Erma usai pemilihan ketua KPK di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat dini hari (13/9/2019).
Lebih lanjut, Erma menyebut, komposisi lima pimpinan KPK baru ini baik. Sebab latar belakang para pimpinan baru dinilai lengkap dan beragam.
Firli berasal dari kepolisian, Alexander Mawarta dari KPK, Nurul Gufron dari akademisi, Nawawi Pomolango dari hakim, serta Lili Pintauli Siregar yang merupakan advokat dan satu-satunya pimpinan perempuan.
"Kita punya wakil akademisi, kita punya wakil dari penegak hukum udah lengkap lah ini," sebut politikus Partai Demokrat itu.
Firli Bahuri Terpilh Sebagai Ketua KPK 2019-2023
Petugas menulis perolehan suara pada pleno pemilihan dan penetapan Capim KPK di ruang rapat Komisi III DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (13/9/2019) dini hari. Calon Pimpinan KPK Irjen Pol Firli Bahuri terpilh sebagai Ketua KPK 2019-2023 dengan perolehan 56 suara.
Sementara, Wakil Ketua Komisi III Herman Hery membantah ada operasi di belakang uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan KPK.
Kata politikus PDI Perjuangan itu, lima pimpinan terpilih secara demokratis melalui pandangan masing-masing fraksi dan Komisi III memilih lima pimpinan berdasarkan voting.
Menurut Herman, kalau memang ada operasi di belakang, pimpinan terpilih itu tidak melalui voting tetapi langsung aklamasi.
"Kalau ada operasi, kenapa gak dengan cara aklamasi aja, dengan pola voting. Saya kira itu bentuk dari profesionalisme yang kami tunjukan ke masyarakat," klaimnya.
Komisi III DPR memilih pimpinan KPK periode 2019-2023 usai melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap 10 capim melalui voting. Mereka memilih 5 pimpinan KPK dengan suara terbanyak. Ada 56 anggota Komisi III yang ikut voting. 
Berikut hasil voting Komisi III DPR: 
Nawawi Pomolango (Hakim) : 50 suara
Lili Pintauli Siregar (Advokat) : 44 suara
Sigit Danang Joyo (PNS Kementerian Keuangan) : 19 suara
Nurul Ghufron (Dosen/Akademisi) : 51 suara
I Nyoman Wara (Auditor) : 0 suara
Alexander Marwata (Komisioner KPK) : 53 suara
Johanis Tanak (Jaksa) : 0 suara
Luthfi Jayadi (Dosen/Akademisi) : 7 suara
Firli Bauri (Anggota Polri) : 56 suara
Roby Arya (PNS Sekretariat Kabinet) : 0 suara.(cnn/Ipc)

Agus Yudhoyono Ungkap Kebiasaan Ani Yudhoyono Saat Rayakan Ulang Tahun SBY

By On September 12, 2019

Cendananet News-Senin, (09/09) menjadi hari yang spesial bagi Susilo Bambang Yudhoyono.
Karena di hari ini presiden keenam RI merayakan ulang tahunnya yang ke-70.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ia melewati tahun ini tanpa kehadiran sang istri, Ani Yudhoyono.
Anak pertamanya, Agus Yudhoyono mengunggah foto sang ayah, saat mengusap nisan Ani Yudhoyono.

Agus Yudhoyono juga menyampaikan pesan haru untuk sang ayah yang telah mencapai usia 70 tahun tersebut.
"Selamat ulang tahun yang ke-70. Semoga Pepo selalu sehat, bahagia lahir dan batin, senantiasa dilindungi oleh Allah SWT dan diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian yang begitu berat untuk Pepo dan keluarga kita di tahun ini.
Aku tahu betapa beratnya Pepo harus merayakan ulang tahun untuk pertama kalinya tanpa ada Memo," tulis AHY.
Tak hanya itu, suami dari Annisa Pohan ini juga mengungkapkan kebiasaan Ani Yudhoyono saat SBY berulang tahun.

"Biasanya Memo membangunkanmu di tengah malam, memelukmu, dan mengucapkan selamat ulang tahun," ungkap AHY.
Ia pun berharap bisa kembali memberikan senyuman di wajah sang ayah, setelah cobaan berat yang dihadapi di tahun ini.  
Selamat ulang tahun untuk Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono.(cnn/nv/tlm)

Keluarga Percayakan Perawatan BJ Habibie kepada Tim Dokter di Indonesia

By On September 11, 2019

JAKARTA, Cendananet News- Putra Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie, Thareq Kemal Habibie, menyatakan bahwa keluarga mempercayakan sepenuhnya perawatan ayahnya pada tim dokter di Indoesia.
Saat ini, BJ Habibie mendapat perawatan dari tim dokter di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.

Dokter kepresidenan yang juga Kepala RSPAD Gatot Soebroto, yakni dr Terawan Agus Putranto, turut mendampingi proses perawatan Habibie.

Thareq menyatakan, keluarga percaya dengan kualitas tim dokter di Indonesia yang merawat ayahnya.

"Tim dokter di sini cukup bagus," ujar Thareq dalam konferensi pers di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Diketahui, BJ Habibie menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto September 2019.

Saat ini, BJ Habibie dirawat di ruangan Cerebro Intensive Care Unit (CICU), Paviliun Kartika.
Ketua Tim Dokter Kepresidenan (TDK) Prof dr Azis Rani dalam keterangan resminya menyebutkan BJ Habibie ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal.

"Dalam perawatan sekarang diperlukan pengobatan yang komprehensif, mencakup berbagai gangguan organ yang terjadi," ujar dr Azis Rani.

Terkait kondisi saat ini, dr Azis Rani mengatakan BJ Habibie masih berada dalam pengawasan ketat dan harus banyak beristirahat.

"Mohon doa dari semua pihak agar beliau segera diberikan kesembuhan dan kesehatan sehingga dapat beraktivitas kembali," kata dia.(cnn/kp)

Bertemu Panglima TNI dan Kapolri, Tokoh Adat Minta Korem Segera Dibangun di Wamena

By On September 08, 2019

JAYAPURA,Cendananet News- Panglima TNI Marsekal Hadi Djahjanto dan kapolri Jenderal Tito Karnavian pada Sabtu (7/09/2019) menggelar tatap muka dengan bupati, tokoh masyarakat, agama, adat dan pemuda Kabupaten Jayawijaya di Wamena.

Dalam kegiatan yang dilangsungkan di Aula Kantor Bupati Jayawijaya tersebut, salah satu tokoh adat di Wamena menginginkan adanya satuan TNI yang lebih tinggi dibandingkan dengan Kodim.

"Saya berbicara mewakili tua-tua se pegunungan tengah, saya tidak mau Papua ribut terus agar bisa bangun daerah pemekaran. 

Tolong segera tanah seluas 90 hektar yang telah kami serahkan ke Pangdam agar segera dibangun korem," ujar Aleks Silosukarnodoga, salah satu tokoh adat di Wamena, melalui rilis yang dikirim oleh Polda Papua, Sabtu (7/09/2019).

Ia meyakini, kedatangan pasukan TNI-Polri di Papua tidak lain untuk memberikan jaminan keamanan kepada seluruh masyarakat.

Karenanya, ia juga meminta kepada Kapolri untuk segera membangun Mako Brimob di Wamena karena kawasan tersebut merupakan wilayah penghubung bagi delapan kabupaten di sekitarnya.

Sejak tiba di Jayapura pada 3 September 2019, Panglima TNI dan Kapolri telah melakukan beberapa aktivitas.

Pada hari pertama, Panglima TNI dan Kapolri tiba di Jayapura pada petang hari, tidak banyak melakukan kegiatan.

Mereka hanya melakukan pertemuan tertutup dengan Gubernur Papua Lukas Enembe, di Gedung Negara.Pada hari ke-2, Panglima TNI dan Kapolri bersama-sama melihat latihan Penerjunan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Base Ops Lanud Silas Papare, Jayapura.

Kemudian, mereka menuju Batalyon 751 dan Makodam XVII/Cenderawasih untuk memberikan arahan kepada pejabat utama TNI dan kepolisian yang ada di Papua.

Lalu, Kapolri membesuk tiga anggotanya yang terluka saat bertugas di Deiyai dan Jayawijaya, di RS Bhayangkara Jayapura.

Setelahnya, Kapolri menyusul Panglima TNI ke Pelabuhan Jayapura untuk meninjau situasi keamanan Jayapura dari laut.

Malamnya, Kapolri dan Panglima TNI menginisiasi kegiatan "Deklarasi Kesepakatan Bersama Dalam Rangka Menjaga Papua Tanah Damai" di Swiss-bell Hotel Jayapura.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Ketua MRP, Ketua DPR, Walikota Jayapura, Bupati Merauke, perwakilan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Jumat pagi, Panglima TNI dan Kapolri melakukan pertemuan dengan tokoh agama dan siang harinya bersama beberapa kepala daerah, tokoh agama dan masyarakat berkeliling di perairan Jayapura dengan menggunakan KRI Oswald Siahaan 354.(cnn/kpc)

Gagasan Dirlantas Polda Sumut Kombes Kemas Ahmad Yani Patut Diapresiasi Perhati Terhadap Anggota & Masyarakat

By On September 08, 2019

Medan,Cendananet News-Gagasan Dirlantas Polda Sumut, Kombes Pol Kemas Ahmad Yani patut diapresiasi. Karana dalam pelaksanaan tugas sehari-hari mantan Dirlantas Polda Lampung ini lebih fokus perhatian terhadap tugas pokok para anggota  Polantas dibawah asuhannya.

Pejabat baru ini memang memegang janji dan mengemban amanah rakyat. Sehingga dengan tugasnya itu dia mendapat kepercayaan penuh pimpinan polri dengan diterbitkannya Surat Telegram Kapolri Nomor.   ST/2023/VII/KEP/2019, tertanggal, 2 Agustus 2019. Pelaksanaan Sertijab, dari Kombes Yully Kurniawan, Jumat 23 Agustus 2019, lalu.

Kombes Pol Kemas Ahmad Yani, sejak menjabat Dirlantas Polda Sumut, kantornya yang berdampingan dengan Kantor Bersama Samsat Medan Utara, kini terlihat kedua kantor tersebut sudah banyak perobahan, "bersih, rapi, nyaman dan indah dipandang mata". Setelah adanya perhatian pembenahan lingkungan halaman kantor.
Seperti,  pengecetan batu blok halaman,  juga tiang bendera tempat berkibarnya dan penghormatan kita terhadap bendera Merah Putih kini dipindahkan kedepan 20 meter dari tempat semula.

Lapangan Olahraga

Kombes Kemas Ahmad Yani, berikutnya sangat peduli dengan kesehetan, dia juga menyediakan lapangan Olahraga Hold Badminton / Bulutangkis.

Tujuannya,  untuk menyehatkan kesehatan tubuh para anggota yang selama ini semacamnya tak mengenal berolahraga karena disibukan tugas dilapangan mengatur lalulintas di Jalan Raya. Di mana tugas tak mengenal panas, hujan dan abu polusi udara.
Maka sejak pejabat baru orang Palembang ini, bertugas dia punya prinsip pribadi bahwa kesehatan sangat utama terpenting perlu dipelihara supaya tubuh tetap sehat.

Sementara ini awak media sebagai mitra kepolisian sangat mendukung dan merespont gagasan dan kebijakan Dirlantas Polda Sumut.

Selain itu, para mitra mentaati peraturan dan kibajakan Kombes Kemas Ahmad Yani dan selalu bekerja sama dalam melaksanakan tugas.(Shafwan)



 



.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *