HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

Mabes Polri Siap Usut Ancaman Pembunuhan kepada Mahasiswa UGM

By On Mei 30, 2020

JAKARTA - Mabes Polri siap mengusut adanya kasus dugaan teror berupa aksi intimidasi dan ancaman pembunuhan terhadap mahasiswa UGM terkait diskusi Constitutional Law Society (CLS) bertajuk ‘Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan’.
"Polri siap mengusut teror terhadap Mahasiswa UGM yang menjadi panitia diskusi apabila ada yang dirugikan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (30/5/2020).



Meski hingga saat ini belum ada laporan, Argo menegaskan, Polri telah memulai langkah penyelidikan untuk mengungkap tindakan pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat oleh masyarakat yang dijamin undang-undang tersebut.
Sekadar diketahui, diskusi yang semula bertajuk 'Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan', diganti 'Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan', lantaran adanya kecaman dari sejumlah pihak.
Dekan FH UGM Prof. Sigit Riyanto sebelumnya, mengatakan pihaknya mengapresiasi diskusi digelar kelompok diskusi ilmiah mahasiswa CLS pada 29 Mei 2020, sebagai wujud kebebasan akademik dan berpendapat.
“Mengecam sikap dan tindakan intimidatif terhadap rencana kegiatan diskusi yang berujung pada pembatalan kegiatan diskusi ilmiah tersebut. Hal ini merupakan ancaman nyata bagi mimbar kebebasan akademik, apalagi dengan menjustifikasi sepihak secara brutal bahkan sebelum diskusi tersebut dilaksanakan,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya terpisah.
Sigit menjelaskan bahwa diskusi ilmiah itu murni kegiatan mahasiswa sesuai dengan minat dan konsentrasi keilmuannya di bidang hukum tata negara.
Mahasiswa sempat membuat poster diskusi yang tersebar dan beredar viral pada 28 Mei 2020 dengan judul ‘Persoalan Pemecatan Presiden di tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan. Viralnya poster itu diduga salah satunya dipicu oleh tulisan seseorang di sebuah media online yang menuding diskusi tersebut sebagai kegiatan makar.
Pihak CLS sudah memberikan klarifikasi dan memohon maaf. Pada saat itu, pendaftar acara diskusi ini telah mencapai lebih dari 250 orang.
Namun, pada 28 Mei 2020 malam, teror dan ancaman mulai berdatangan kepada nama-nama yang tercantum di dalam poster kegiatan mulai dari pembicara, moderator, serta narahubung.
Terornya mulai dari pengiriman pemesanan ojek online ke kediaman, dikirim ancaman pembunuhan, telepon, hingga adanya beberapa orang yang mendatangi kediaman mereka. Teror dan ancaman ini berlanjut hingga tanggal 29 Mei 2020, dan bukan lagi hanya menyasar nama-nama tersebut, tetapi juga anggota keluarga yang bersangkutan, termasuk kiriman teks berikut kepada orangtua dua mahasiswa pelaksana kegiatan. Demi alasan keamanan, diskusi pada 29 Mei siang akhirnya dibatalkan oleh penyelenggara.
Sigit mengecam berita provokatif dan tidak berdasar terkait dengan kegiatan akademis tersebut yang kemudian tersebar di berbagai media dan memperkeruh situasi.(cnn/okz)


Kepolisian Sumut Bentuk Tim Pengawasan Penerapan Tatanan  Kehidupan Baru New Normal

By On Mei 30, 2020

Cendana Net News, Medan- Secara umum sebagian masyarakat sudah patuh terhadap peraturan pemerintah, seperti pelaksana malam takbiran dan sholat Idul Fitri 1441 hijriah, buktinya berjalan dengan lancar dan aman, hal itu diungkapkan Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Martuani Sormin, MSi saat rapat di rumah Dinas Gubernur Sumut,
Jumat kemarin  (29/5).

Pertemuan itu, Kapolda tengah membentuk tim pengawasan penerapan tatanan kehidupan baru (new normal-red), dalam upaya penanganan Covid-19.

Walau begitu, sambung Kapolda, tim dibentuk hatus tetap sebagai pengawasan dalam pelaksanaan kegiatan kesehatan masyarakat dalam penerapan new normal terhadap masing- masing bidang atau instansi yang ada di Provinsi Sum.Utara.

"Selain itu, kita semua harus memiliki seorang staf khusus dibidang penerapan budaya kehidupan baru ditengah masyarakat dalam kegiatan sehari-hari," sebutnya.

Dalam rapat tersebut, membahas strategi dan prioritas dalam percepatan penanganan Covid 19, serta antisipasi persiapan bergulirnya kembali kegiatan sosial ekonomi di Provinsi Sum.
Utara.

Sempatan yang sama Gubernur Sumatera Utara Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi sampaikan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, sedang mengonsep langkah- langkah secara cepat dan tepat dalam penerapan new normal.

Sebagai contoh dalam perkiraan dan penerapan new normal dalam kegiatan proses belajar mengajar, pengaktifan pasar dan mall, kegiatan kebudayaan, kegiatan ibadah dan pariwisataan,'
terangnya.

"Nantinya, menurut Edy, setelah kegiatan ini, kita terap setiap Kepala dinas harus segera melakukan koordinasi dalam mengambil tindakan- tindakan new normal dalam bidang tugasnya,"pungkasnya.(shaf/zie)

Kapolda Sumut Monitor Malam Takbiran, Dengan Situasi Lancar, Aman dan   Kondusif

By On Mei 24, 2020

Cendana Net News, Medan,Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs Martuani Sormin
MSi dalam pantauan situasi malam takbiran didampingi Waka Polda Sumut, PjU Polda Sumut,Kabinda Sumut, Kapolrestabes Medan, Dandim 02/01 BS dan personil yang terlibat melaksanakan monitoring dan stand by di Pos Lantas Lapangan Merdeka Medan, Sabtu, (23/5/2020), pukul 21.00 Wib.

Secara umum untuk itu, sambung Kapolda, pelaksanaan malam takbiran berjalan lancar.

dan tetap saja dalam pengawasan serta pengawalan TNI/Polri dan Pemerintah Sumut, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama,"Tentunya peran TNI/Polri.

Tetap melakukan giat mengimbau masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dalam pelaksanaan malam takbiran ditengah wabah pandemi Covid 19," jelas Kapolda Sumut bintang dua itu.

Dikatakan Kapolda bahwa di Sum.Utara hampir 800 pendatang baru yang kita pulangkan saat berkunjung ke daerah ini, karena para penumpang tidak mematuhi protokol kesehatan dengan tidak melengkapi surat rapid test sesuai himbauan yang sudah disepakati pemerintah.

"Saat ini kita sudah berkoordinasi dengan Kodam II/BB mengerahkan personil bersama secara melekat di Pos Pengamanan Idul Fitri 1441 Hijriah.

Sejauh ini kota Medan, semua warga masyarakat masih dan tidak yang berkeliling hanya saja bermalam takbiran di dalam Masjid," ujar Kapolda Irjen Pol Martuani Sormin.

Lebih lanjut Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, orang nomor wahid itu menyampaikan pihaknya mengerahkan 11.000 personil mengamankan pelaksanaan malam Idul Fitri 1441 Hijriah, semua disiagakan di daerah Sumut dengan jumlah 124 pos dalam rangka Ops Ketupat Toba 2020 yang terbagi atas 89 Pos Pengamanan dan 25 Pos Cek Point antisipasi pemudik masuk ke Sumut.

"Setiap personil kita kerahkan berjaga di Posko Cek Point, untuk Pospam guna mengecek tiap kenderaan yang masuk melalui perbatasan sebagai bentuk pelaksanaan Ops Ketupat Toba 2020, dan sekaligus pencegahan penyebaran Covid 19," demikian di akhiri Jenderal bintang dua itu, Drs Martuani Soimin MSi.(shaf/zie)

Kasubbid Penmas Polda Sumut Imbau Warga Bila Temuksn Pemotongan Dana Bansos Pada Kepolisian

By On Mei 20, 2020

Cendana Net News Medan,Gebyarnya penyaluran bantuan sosial tunai (bst) dari pemerintah dalam meringankan beban masyarakat ditengah merebahnya wabah pandemi virus Corona (Covid 19), sehingga banyak pula terjadi virus terdampak penyelewengan yang mengecewakan di lapangan. Bahkan ada kasus di Sumatera Utara (Sumut) pemotongan gila-gilaan sampai  75 persen seharusnya dapat bansos tunai Rp.600 ribu, tapi apa jadinya, diterima kenyataannya ada warga menerima Rp 150 ribu.

Ini telah terjadi di desa Buluduri, Kecamatan Lae Psrira, Kabupaten Dairi, dengan dana bansos tunai Rp 600 ribu untuk warga kurang mampu, diduga hal ini di sunat oknum Kepling (Kepala Lingkungan) atau Kepala Dusun (Kadus), maupun Lursh/Kades bisa juga atasan mereka  yang nekad itu, jelasnya oknum-oknum tersebut bisa tersandung hukum alias masuk penjara.

Hal serupa itu puls membuat kesal dan diambil tindakan oleh Polres Dairi, dengan menetapkan satu tersangka , namun tidak secara rinci disebutkan nama oknum yang melakukan pemotongan dana bansos Covid 19 tersebut.

Dari informasi terurai yang dihimpun awak media dengan Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nsinggolan, dalam menyikapi hal itu, menghimbau serta  mengajak masyarakat bila menemui ada kasus penyelewengan dana bansos segera layangkan.laporan pada Kepolisian,"nanti pasti akan kita tindak lanjuti dengan seperti Polres Dairi, kini kasus sedang dillidik kepolisian," terangnya.

Dalam penanganan dugaan penyimpangan dana bansos, apa ada tim khusus, disebut AKBP MP Nainggolan, sudah ada tim satgas pangan yang bertugas  menangani hal tersebut,, kita memang ada tim di satgas pangan tapi bagaimana memantau semua link perangkat desa dan kecamatan.

"Maka informasi dan laporan dari warga untuk membantu petugas agsr kasus serupa tidak lagi tetulang kembali di beberapa daersh maupun Desa di Sumut, pihaknya alaporan pada Kepolisian, "nanti pasti akan kita tindak lanjuti dengan seperti Polres Dairi, kini kasus sedang dillidik kepolisian," terangnya.

Dalam penanganan dugaan penyimpangan dana bansos, apa ada tim khusus, disebut AKBP MP Nainggolan, sudah ada tim satgas pangan yang bertugas  menangani hal tersebut,, kita memang ada tim di satgas pangan tapi bagaimana memantau semua link perangkat desa dan kecamatan.

"Maka informasi dan laporan dari warga untuk membantu petugas agsr kasus serupa tidak lagi tetulang kembali di beberapa daersh maupun wDesa di Sumut, pihaknya agar penyaluran dana bansos tersebut, tepat pada sasaran,"jelasnya.

"Halnya sama harapan pemerintah dan Polri pengawas semua dana bansos dari pemerintah harus sampai pada yang berhak, dan bila ada yang menyimpang berhadapan dengan hukum," tegas psk Neng.

Dicelah yang lain ikut berbicara Kasubbag Humas Polres Dairi, Iptu Donni Saleh secara terurai menerangkan, penyidik menetapkan satu tersangka Erni Aritonang, perangkat desa Buluduri, sebagai pelapor Togu Sinaga dengan laporan Polisi Nomor :LP/147/V/SU/2020/SPKT Tanggal 13 Maret 2020, ungkap Iptu Donni dari informasi yang dihimpun dengan terjadinya dugaan dana bansos yang di sunat itu.

Awal kejadian saat Togu Sinaga, keluar dari kantor Pos Kec.Silima Punga usai mengambil dana bansos sebesar gar penyaluran dana bansos tersebut, tepat pada sasaran,"jelasnya.

"Halnya sama harapan pemerintah dan Polri pengawas semua dana bansos dari pemerintah harus sampai pada yang berhak, dan bila ada yang menyimpang berhadapan dengan hukum," tegas psk Neng.

Dicelah yang lain ikut berbicara Kasubbag Humas Polres Dairi, Iptu Donni Saleh secara terurai menerangkan, penyidik menetapkan satu tersangka Erni Aritonang, perangkat desa Buluduri, sebagai pelapor Togu Sinaga dengan laporan Polisi Nomor :LP/147/V/SU/2020/SPKT Tanggal 13 Maret 2020, ungkap Iptu Donni dari informasi yang dihimpun dengan terjadinya dugaan dana bansos yang di sunat itu.

Awal kejadian saat Togu Sinaga, keluar dari kantor Pos Kec.Silima Punga usai mengambil dana bansos sebesar ,Rp 600 ribu, begitu sampai di pintu luar Togu dicegat oleh Erni Aritonang untuk menyerahkan uang.

Rp 600 ribu itu,, Dengan terpaksa Togu Sinags menyerahkan usng itu, lalu dia pulang ke rumahnya.Saat sore harinya, Erni Aritonang, kembali datang ke rumah Togu Sinaga, mengembalikan uang dana bansos haknya Togu Sinaga, tapi hanya diberikan Rp ,100 ribu," oleh sebab itu pelapor keberatan karena uang bansos tersebut dipotong dengan tinggal
Rp 100 ribu,"ujar Donni.

Lanjut Kasubbag Humas Polres Dairi mengatakan, pihaknya, mengamankan enam orang dengan terkait kasus itu dua orang diantaranya, Erni Aritonang dan dan isteri Kades Buluduri, Masniar Sitorus dan mereka tidak ditahan karena dijamin Kades Buluduri Osaka Sihombing.

Sementara ini,pihaknya masih memeriksa 5 (lima) lagi dan juga tak tertutup kemungkinan diantaranya akan ada lahir tersangka baru, dalam waktu dekat ini akan dipaparkan untuk diekspos.

Berdasarkan laporan kasus tersebut, kami mencoba mengembangkan untuk mengungkap otak pelaku dibalik permainan kasus pemotongan atau penyelewengan dalam penyaluran dana bansos sekaligus yang terlibat bagi pihak-pihak lainnya.

Menurut Iptu Donni, dsri pemeriksaan penyidik belum ditemukan keterlibatan Kades Buluduri, Osaka Sihombing.

Namun demikisn halnya, kita turut mengamankan uanh bansos sekirs Rp 12,3 juta, rapi uang ini bukan barang bukti akan halnya nantin akan kembalikan psda yang berhak," kata akhir Donni kepada awak
Media.

Kasus kssus yang sama secara terpisah terjadi juga daerah Deli Serdang kasus pemotongan dana bansos, bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa (DD) yang tetjadi di desa Sumberejo Kec.Pagar Merbau Deli Serdang.

Kini kasus tersebut, datangani unit tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Deli Serdang dan langsung menindak lanjuti langsung pemotongan dana  BLT terhadap masyarakat, dengan BLT sebesar Rp 600 ribu, dan akhirnya
nenerima hanya Rpn150 ribu tersebut.

Informasi diporeleh di Polresta.Deli Serdang, penyidik memeriksa terhadap Kades dan Kadus serta Bendahara desa, selain ada 3 (tiga) orang warga masyarakat ikut terperiksa karena sempat menerima bantuan Rp 150 ribu tersebut.

Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Yemi Mandagi tegaskan, bantuan yang telah diprogramkan oleh pemerintah tidak boleh dipotong meskipun ada kesepakatan dan musyawarah di desa itu, Tapi selagi ada yang keberatan tetap tidak dibenarkan untuk dipotong haknya.

"Karena sumber bantuan bukan intinya
yang merasa dirugikan begitu juga kerugian negara, pasti kita proses kasus penyaluran dana BLT dan dans desa (DD) tersebut, karena sudah menjadi pemberitaan media massa serta viral di media sosial (Medsos)," ujar Kombes pol Yemi Mandagi.

Sementars itu, ada pengakuan dari Robi Mustafa ,(32) warga Dusun Sumberejo menyebutkan, oknum Kepala Dusun (Kadus) mendatangi rumahnya setelah dirinya menerima BLT Rp 600 ribu di balai desa.

Hal tersebut terkait, Oknum Kepala dusun (kadus) meminta Rp 450 ribu dengan alasan dibagi,-bagikan untuk warga yang lain, sehingga Robi Mustafa menerima dana bsnsod sebesar Rp 150 ribu, paparnys. (shaf/zie).-

Ditengah Merebak Covid 19, Pelaksanaarr Sertijab PjU dan Kapolres Jajsran Polda Sumut Sukses

By On Mei 18, 2020

Cendananet News-serta motivasi, perhatikan ansk buah dan jadilah komandan  hebat di kesatuanmu.

Ingat tidak ada tempat bagi penjahat di Sumut Ini bukan mentera/ Jimat
tapi debagai jargon penyemangat dan motivasi untuk.anggota Polda Sumut, dan jangan main-main dengan segala bentuk kejahatan tindak pidana.

Menjakani sertijab ada 17 personil dan 9 Kapolres dan 1 Wakapolres dan ,7 PjU
para pejsbat yang menjalani serah terima jabatan (sertijab).

1 .Kombes Pol Pahala Hotma Nangatur Panjaitan, SiK,MSi sebagai Dirsamapta Polda Sumut, Diangkat dakam jabatan baru sebagai Karo Ops Polda Maluku.

2. Kombes pol Yus Nurjaman, SiK sebagai
Dosen Utama Akpol Lemdiklat Polri diangkat dalam jabatan baru Dirsamapta Polda Sumut.

3. Kombes Pol Johnny Eddiizon Isir, SiK, M.T.C.P Kapolrestabes.Medan, Polda Sumut, diangkat dalam jabatan  sebagai Kapolrestabes Surabaya Polda Jatim.

4. Kombes Pol Rico Sunsrko, SH, SiK, MSi
Analis Kebijakan Madya Bidang Paminal Divpropam Polri diangkat Dalam Jabatan Kapolrestabes Medan Polda Sumut.

5. Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting jabatan Kabid Tik Polda Sumut diangkat dalam jabatan Auditor Kepolisian Madya Tk III Irwasda Polda Sumut.

6. Kombes Pol Raja Sinambela,SH Kabid Seum Pusjarah Polri Diangkat dalam jabatan Kabio Tik Polda Sumut Tik.

7. AKBP Sukamat SH,.Sik MH Kapolres Tapanuli Tengah Polda Sumut, diangkat dalam jabatan
Kasubbaganevopswil Baganev Robinops Sops Polri.

8. AKBP Nicolas Dedy Arifianto Sik, MH Kadubdit Regident Ditlantas Polda Diy diangkat dalam jabatan Kapolres Tapanuli Tengah Polda Sumut.

9. AKBP I Gede Nakti Widhiarta SiK Kapolres Nias Selatan Polda Sumut diangkat dalam jabatan Kabagwassidik
Ditreskrimsus Polda Bali.10.

AKBP Arke Furman Ambat, SiK Danyon B Pelopor Sstbrimob Polda Sumut, fiangkat sebagai Kapolres Nias Selatan Polda Sumut.

11. AKBP Irwa Saini Adib Sik Kapolres Nias Selatan Polda Sumut, Diamgkat sebagai Kabag Rorena Polda Sumut 12.AKBP Roman Smaradhana Elhaj SH, bSiK MH Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Sumut diangkat Kapolres Tapanli Selatan Polda Sumut.

13. AKBP Heribertus Ompusunggu, SiK, MSi Kapolres Simalungun Polda Sumut, diangkat sebagai Wakapolres Metro Jakpus Polda Metro Jaya.

14. AKBP Agus Waluyo SiK, Kapolres Toba Samosir diangkat menjadi Kapokres Simalungun Polda Sumut.

15. AKBP Akala Fikta Jaya, SiK Kasstes Narkoba Polrestabes Medan Polda Simut lalu diangkat Kapolres Toba Samosir Polda Sumut.

15 .AKBP Horas Marasi Silaen kapolres Tapanuli Utara Polda Sumut.

diangkat sebagai Kabagpsi Rosdm Polda Jateng 17. AKBP Jonner Samosir  M.H, SiK jabatan Gadik, Spn Polda Jateng, diangkat
Sebagai Kapolres Tapanuli Utsra Polda Sumut.

Personil Polri agar seluruhnya dalam pelaksaan pelayanan terhadap masyarakat harus humanis tetapi penegakan hukum harus trgas dan terukur.

Kepada para Pejabat Utama dan Kapolres jajaran lama terima kasih atas pengabdian dan dedikasi saudara- saudara, selama bertugas, sebut Kapolda, sudah sudah banyak tugas ssudara-,saudsra membantu komando terutama dalam penanganan pencegahan penyebaran oandemi Virus Corona (Covid 19) ditengah masyarakat Sumut.,(shaf/zie)

Wajib Pajak Tidak Takut Covid 19, HanyaTakut Sama Tunggakan Pajak

By On Mei 13, 2020

Cendananet News-Walaupun wabah virus Corona (Covid 19) gentayangan kemana- mana sejak lahirnya "di wuhan Tiongkok" hingga ke negara-negara seperti, Italia, Spanyol, Amerika, Germany, inggris, india, Iran dan terakhir negara Indonesia dan laimnya.

Memeng virus tak bisa dilihat dengan kasat mata. Tapi kita yakin ini merupakan peringatan sama manusia, karena sudah "bejad ahklak hambanya".

Hal ini agar menyadari dan mengingatkan kita supaya bertaubat.

Untuk itu,, mari kita lawan dan mencegah penyebaran pandemi Vovid 19, dengan mengikuti anjuran peraturan pemerintah (PP)  Nomor 21/2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar, untuk percepatan penanganan Covid 19.

Dan Surat Edaran No.16 HK.0201/MENKES/202/ 2020, tentang protokoler Isolasi diri sendiri dalam penanganan Coronavirus Disease (Covid 19).

Dengan mentaati dan mematuhi harapan pemerintah dan protokoler yang menganjurkan kita tingkatkan kebersihan,
jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, pinta Pemerintah dan MenKes.

Kita patuh dan taat membayar pajak itu merupakan anjuran agama, sebut seorang
Ibu rumah tangga dan  juga pakar hukum di Medan, Hj.Ernawaty Sembiring mengatakan

"kalau niat bersih dan jujur sudah djpastikan Covid 19 tidak akan dekat maupun lengket atau nempel, " tegasnya.
Karena mau bayar pajak Negara bagi kenderaan kita sendiri sebagai tanggung jawab pada negara.Maka kita datangi.

Kantor Bersama, Samsat Medan Utara dan Medan Selatan bayar pajak kenderaan untuk pemasok pendapatan Asli Daerah (PAD),untuk lajunya  pembangunan.
papar Ernawaty kepada Wartawan Cendana Net News.

Rabu (12/5/2020) siang Terlihat masyarakat wajib pajak berduyun- duyun mendatangi pusat pelayanan pajak dan tidak takut sama virus Corona pencabut nyawa.

Karena dslam diri kita masing-masing hati yang  jernih dan sejuk yang kuasa selalu merestui kepergian kita dari runah,
ujar boru Sembiring.

Pantauan awak media di lapangan, semacamnya kepolisian tugas ekstra di depan pintu masuk mengawasi mssyarakat
nemeriksa kesehatan dengan cara melalui alat.

pengukur panas tubuh, menganjurkan gunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangsn pakai ssbun di tempat yang sudah tersedia disetiap sudut.

Ini sudah dibukti semua mengikuti peraturan dan wajib pajak turut menjaga kesehatan dan  kebersihan demi kesehatan bersama. (shaf/zie)

Peristiwa Kapal Tenker MT Jagleela Milik PT Waruna Nusa Sentana Terbakar di Galangan Belawan

By On Mei 13, 2020

Cendananet News-PT Waruna Nusa Sentana angkat bicara terkait kebakaran kapal Tenker MT Jagleela dipicu arus pendek, dan kejadian itu di galangan kapal mereka di pelabuhan Belawan, Senen (11/5/2020).

Kejadian itu mengalami korban tujuh orang, dan luka-luka bakar 22 orang.

"Sebab timbulnya api, diduga arus pendek, lalu konsleting," kata General Affair PT.Waruna Nusa Sentana, Ardiansyah pada awak media.

Tanggapan Kasubbid Penmas Polda Sumut,
AKBP MP Nainggolan yang baru mendapat informasi  dari kejadian itu semalam siang, dari data kepolisian korban kebakaran kapal Tenker MT bertambah satu orang, jadi korban seluruh jumlah tujuh orang dengan kondisi tubuh gosong.

Dan kini jenazah para korban masih di RS Bhayangkara Medan, Selasa 12 Mei 2020.
Dalam hal kepolisian masih mengumpulkan data dari pihak keluarga
Kirban, sambung pak Neng, untuk identifikasi korban yang meninggal.

Keluarga korban hingga siang masih mendatangi pihak Kepolisian untuk membuat " laporan, sedangkan satu orang lagi pihak keluarga belum melapor," ujar Nenggolan kepada awak media.

Korban kebakaran kapal Tenker MT Jagleela yang milik PT Waruna Nusa Sentana Shipyard di Galangan Belawan kini
seluruhnya sudah di identifikasi kepolisian," Jelasnya Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Naenggolan.
(shaf/zie)





Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *