HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

Polwan Polresta Tangerang Jadi Danki Paskibraka HUT RI

By On Agustus 17, 2019

Cendananet News-Ada yang berbeda pada upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 di Kabupaten Tangerang, Sabtu (17/8/19). Komandan kompi (Danki) Paskibraka pada upacara yang digelar di Lapangan Maulana Yudhanegara itu dipimpin seorang polwan.

Polwan itu adalah Ipda Darsiti yang menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Pembinaan Operasional pada Bagian Operasi Polresta Tangerang. Pangkat Darsiti pada saat upacara dinaikan menjadi Iptu tituler atau sementara.
"Tentu ada nervous, tapi saya yakini saja," kata Darsiti.
Darsiti mengaku, tidak pernah menyangka akan ditunjuk menjadi Danki Paskibraka. Suaranya yang melengking, kata dia, menjadi salah satu pertimbangan dirinya ditunjuk menjadi danki. Dia pun mengaku bersykur bisa mendapatkan pengalaman yang menurutnya berharga itu.

"Ini pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan," terangnya.

Di tempat yang sama, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif mengaku sengaja menempatkan banyak polwan untuk pasukan pengibar bendera. Menurutnya, langkah itu diambil sebagai bentuk penghargaan atas kesetaraan gender.
Selain itu, kata dia, dengan memperbanyak dan menunjuk polwan sebagai danki, diarahkan agar masyarakat tidak melupakan bahwa ada banyak pahlawan dari sosok perempuan. Dikatakannya, sosok-sosok pejuang perempuan juga berjasa memerdekakan Indonesia.

"Kita mengenal Cut Nyak Dien, Maria Walanda Maramis, Martha Christina Tiahahu, dan pahlawan perempuan lain yang berdarah-darah berjuang untuk bangsa," ujarnya.

Sabilul berharap, komposisi paskibraka yang didominasi polwan dapat memunculkan semangat perjuangan dan cinta Tanah Air dari sosok wanita. Sebab, kata dia, wanita dapat berperan sebagai seorang ibu. Dan seorang ibu, lanjutnya, adalah benteng pertama pendidikan anak.

"Semangat cinta negara dimulai dari ibu. Bahkan sebutan negara kita saja Ibu Pertiwi," tandasnya.(S. Alif/cnn)

Kisah Asraf, Anak Yatim yang Jadi Paskibraka Nasional, Pinjam Sepatu Robek Saat Seleksi

By On Agustus 16, 2019

PEKANBARU,Cendananet News- Muhamat Asraf adalah salah satu Pasukan Pengibar Bendera Pusaka ( paskibraka) yang mewakili Provinsi Riau di tingkat nasional.
Asraf akan menjadi salah satu pengibar sang Merah Putih pada Upacara Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia (HUT RI) di Istana Negara pada Sabtu (17/8/2019).

Tapi, perlu diketahui seperti apa perjuangan Asraf hingga menjadi Paskibraka nasional.Dia tinggal bersama ibunya di Desa Bina Baru, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar.

Bocah kelahiran tahun 2002 itu anak bungsu dari tiga bersaudara. Saat ini ia duduk di bangku kelas II  SMAN 1 Kampar Kiri Tengah.
Ibu Asraf bernama Atik mengaku tidak menyangka anaknya bisa lolos menjadi Paskibraka nasional. Saat ini anaknya sudah berada di Jakarta.

"Alhamdulillah, saya bangga sekali. Sungguh saya tidak menyangka Asraf bisa lolos ke tingkat pusat," ucap Atik saat diwawancarai wartawan di rumahnya, Desa Bina Baru, Rabu (14/8/2019).

Atik yang bekerja serabutan ini mengaku mendukung penuh anaknya untuk ikut Paskibraka, mulai dari seleksi dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional.

"Saya bilang ke dia, kalau memang mau jadi anggota paskibraka, berlatihlah dengan tekun dan sungguh-sungguh," kata Atik.

Pinjam sepatu robek

Asraf sempat merasa minder dan sedih karena tidak memiliki sepatu untuk mengikutiseleksiPaskibraka tingkat nasional. Tapi, orangtuanya tidak punya uang untuk membeli sepatu tersebut.

Ibunya tidak menyerah. Atik meminjam sepatu tetangganya yang sudah robek agar anaknya bisa ikut seleksi.

"Dia sempat malu sama kawan-kawannya. Jadi saya pinjam sepatu tetangga," kata Atik.Ia menceritakan, awalnya Asraf mengikuti seleksi Paskibraka di sekolah. Setelah pulang latihan, Asraf muntah-muntah.

"Saat itu dia muntah sampai di rumah. Dia bilang tadi ikut Paskibraka," kata Atik.
Dikatakan Atik, anak bungsu yang memiliki tinggi badan 170 cm ini bercita-cita ingin menjadi polisi.

Asraf adalah sosok yang pendiam dan hobi mencari ikan di sungai dan berolahraga main bola voli. Bahkan, Atik tak menyangka Asraf menekuni Paskibraka.

"Karena dia sering melihat upacara bendera 17-an di televisi, Asraf tertarik menjadi salah satu pasukan Paskibraka.

Ternyata ia tekuni," ujar Atik.Sejak itu, Asraf sering mengikuti kegiatanpaskibrakadi sekolah hingga akhirnya menjadi Paskibraka nasional.

"Kami sangat bersyukur dan tim seleksi profesional. Kali ini mungkin baru anak jelata bisa masuk (Paskibraka) tingkat nasional," ujar Atik.
Tidak punya biaya

Atik mengaku tidak ada biaya untuk anaknya yang mengikuti seleksi Paskibraka. Saat seleksi, Asraf sering tidak dibekali dengan uang.

"Saya tidak punya uang. Saya hanya kerja serabutan di kebun sawit dan karet orang lain. Kadang satu hari dapat gaji Rp 75.000. Itu pun enggak tiap hari," kata Atik.

Atik dan anak-anaknya tinggal di sebuah rumah bantuan Pemerintah Kabupaten Kampar.Rumah itu dibangun di atas tanah milik saudaranya.

Sebelumnya, dia tinggal di sebuah rumah dari kayu yang dipinjamkan oleh kakak ibunya.

"Dulu kami tinggal di rumah kayu punya kakak ibu. Tapi sekarang alhamdulillah dapat bantuan bedah rumah dari pemerintah," kata Atik.
Meski sudah tak punya suami, Atik mengaku tetap semangat menyekolahkan anaknya. Asraf salah satunya.(rkc/cnn)

4 Sinetron yang Melejitkan Rio Reifan, Artis yang Tiga Kali Ditangkap karena Narkoba

By On Agustus 14, 2019

Jakarta, Selecta News- Pesinetron Rio Reifan kembali ditangkap polisi terkait kasus narkoba. Ini merupakan ketiga kalinya pria 34 tahun itu harus berurusan dengan polisi dengan kasus yang sama.
Pertama kali, Rio Reifan ditangkap polisi karena kepemilikan sabu pada tahun 2015. Atas perbuatannya tersebut, ia divonis hukuman selama 1 tahun 2 bulan, dan bebas pada 2016 lalu.

Belum lama menghirup udara bebas,Rio Reifan tertangkap lagi karena kasus yang sama pada Agustus 2017 dan dia ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Bulak Kapal, Bekasi.

Terakhir, pada Rabu (14/8/2019), Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono telah mengonfirmasi bahwa Rio Reifan kembali ditangkap karena kasus serupa. Ini patut disayangkan, mengingat karier Rio Reifan sebagai artis sinetron terbilang cukup bersinar. Apa saja sinetron yang melejitkan namanya?

Rio Reifan pernah bermain dalam sinetron Cahaya yang tayang pada tahun 2007. Berperan sebagai Darwin, Rio Reifan beradu akting dengan sederet artis papan atas dalam sinetron tersebut seperti Naysila Mirdad, Ririn Dwi Ariyanti, Glenn Alinskie dan Dude Herlino.
Sosok Darwin yang diperankan oleh Rio Reifan adalah pria jenaka yang sering melakukan hal-hal konyol.

Wulan merupakan sinetron yang tayang pada tahun 2007, dan dibintangi Dini Aminarti. Dalam sinetron tersebut Rio Reifan berperan sebagai Nunu yang merupakan adik dari Wulan.

Ia bermain dengan sederet bintang sinetron kenamaan Tanah Air Giovani L Tobing , Alice Norin, Asmirandah, Chacha Frederica dan masih banyak lagi.Rio Reifan pernah bermain dalam sinetron Tukang Bubur Naik Haji. Dalam sinetron tersebut Rio Reifan berperan sebagai Restu.

Sinetron Tukang Bubur Naik Haji merupakan sinetron terakhir Rio Reifan sebelum vakum dari akting karena terjerat kasus narkoba.(Ipe/cnn)

Polda Sumut Musnahkan Ratusan Kilo Sabu, Ganja, dan Ribuan Ekstasi

By On Agustus 11, 2019

Medan,Cendananet News-Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Agus Andrianto memusnahkan ratusan kilogram narkotika berbagai jenis. Narkotika tersebut merupakan barang bukti hasil kerja keras Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut dalam kurun sekitar sepekan pada 11-18 Juli 2019. 

Total barang bukti yang dimusnahkan di kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut, Jumat (9/8/2019), di antaranya sabu-sabu sebanyak 160 kg, ekstasi sebanyak 16.224 butir, ganja 169 kg, dan daun khat 15 kg. Sabu dimusnahkan dengan cara direbus, sedangkan ganja dan daun khat dimusnahkan dengan cara dibakar.

"Barang bukti narkoba disita dari 93 orang tersangka. Dua di antaranya ditembak mati," jelas Irjen Agus. 

Ia meminta awak media yang hadir memilih secara acak mana sabu yang hendak diuji keasliannya. "Ini kita lakukan agar tidak ada prasangka buruk kalau yang diamankan bukan narkoba asli," tegasnya.

Keberhasilan menggagalkan peredaran narkoba itu, katanya, menyelamatkan 1.621.400 anak bangsa dengan asumsi satu gram digunakan 10 orang.

"Ekstasi menyelamatkan 16.224 orang anak bangsa dengan asumsi satu butir untuk satu pengguna,"ujarnya.

Sedangkan untuk narkotika jenis ganja, menurutnya, pemusnahan ini berhasil menyelamatkan 170 ribu anak bangsa. Dengan asumsi, satu gram untuk satu orang.

"Untuk daun khat menyelamatkan 15.900 orang dengan asumsi satu gram satu pengguna. Jenis narkotika daun khat tidak bisa dibuktikan di sini. Kecuali dilakukan di laboratorium," beber Agus. 


Lebih lanjut dikatakan Agus, para tersangka melanggar Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara.(ndc/cnn)

Kapolri dan Sejumlah Pati Polri Salat Idul Adha di Masjid Al Ikhlas

By On Agustus 10, 2019

JAKARTA,CendananetNews-Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Al Ikhlas, Minggu (11/8).
Masjid itu diketahui berada di kompleks mabes polri,di Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 
Tak hanya Tito, sejumlah perwira tinggi (Pati) Korps Bhayangkara juga turut menunaikan salat di lokasi yang sama. 
Pantauan awak media, baju koko warna putih menjadi pilihan mayoritas para Pati Polri yang akan salat Idul Adha di Masjid Al Ikhlas. 
Selain jenderal bintang empat itu, terlihat pula kehadiran Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto dan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal. 
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo dan Karo Provost Brigjen Pol Hendro Pandowo juga nampak hadir dalam kesempatan itu. 
Adapun khotib salat di lokasi ini adalah Wakil Rektor Bid Kerjasma UIN Syarif Hidayatullah Andi Faisal Bakti.
Pasca menunaikan salat, tak ada sepatah kata pun yang diucapkan Tito. Mantan Kapolda Metro Jaya itu langsung meninggalkan lokasi.(tlm/cnn)

Rayakan Idul Adha, Polda Sumut Sembelih 262 Hewan Qurban

By On Agustus 10, 2019

Medan, Cendananet News-Kepolisian Polda Sumatera Utara beserta Polres sejajaran menyembelih 262 ekor hewan kurban dalam merayakan Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto melalui Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, hewan kurban itu terdiri dari sapi sebanyak 190 ekor, kerbau 1 ekor dan kambing 71 ekor. 

"Itu total keseluruhan hewan kurban yang disembeli pada Idul Adha tahun ini," kata Nainggolan, Sabtu (10/8/2019).

Ia mengatakan, untuk tahun ini, Polda Sumut sendiri menyembelih hewan sapi sebanyak 28 ekor. "Masing-masing Polres melakukan pemotongan hewan. Jadi total keselurahan 262 ekor. Kalau satu ekor kerbau yang disembelih di Polres Tapteng," sebutnya.

Sebut Nainggolan, hewan kurban itu merupakan sumbangan dari Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, Waka Polda, pejabat utama Polda dan para Kapolres," jelasnya.

Masih sebutnya, daging hewan kurban itu rencananya akan dibagikan kepada keluarga besar Polda Sumut bahkan kepada masyarakat. "Para personil dan PNS. Ada juga masyarakat yang mendapatkan daging kurban," ucapnya.

Selain itu, sebut dia, panitia juga memberikan daging kurban kepada pondok pesantren dan panti asuhan. "Kita juga membagikan kepada pesantren dan panti asuhan," kata Nainggolan.

Ia menyebutkan, kegiatan pemotongan hewan kurban pada saat Hari Raya Idul Adha tiap tahun dilakukan oleh Polda Sumut dan Polres sejajaran. "Ini tiap tahun dilaksanakan," sebutnya.(mtc/mpn/cnn)

Dapat Undangan Khusus dari Megawati, Ini Istimewanya Kehadiran Prabowo di Kongres V PDIP di Bali

By On Agustus 10, 2019

Cendananet News-Sosok Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subiantomenjadi salah satu bintang dalam Kongres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang dibuka pada Kamis (8/8/2019).
Selain Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Presiden Jokowi, prabowo menjadi salah satu sosok yang paling ditunggu kehadirannya.
Riuh tepuk tangan peserta kongres langsung membahana saat Prabowo tiba di lokasi kongres pasa Kamis siang.
Sejak awal, megawati memang telah meminta kader-kadernya menyambut prabowo dengan baik.
"Jangan mengeluarkan kata-kata yang menyinggung undangan, apalagi ada undangan terhormat seperti Pak prabowo yang hadir.
Jadi jangan sampai ada yang bilang, huuu (disoraki), jangan begitu," kata DPD PDI-P Bali I Wayan Koster menirukan ucapan megawati.
Setibanya di arena kongres, Prabowo pun mendapatkan tempat duduk yang spesial.
Ia duduk sederet bersama megawati, Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Wapres terpilih Ma'ruf Amin.
Tempat duduk prabowo dikatakan spesial karena ketua-ketua umum partai lainnya yang juga hadir mendapat tempat duduk yang terpisah.Seperti diketahui, prabowo memang diundang secara khusus oleh megawati ketika keduanya bersua di kediaman megawati akhir Juli 2019 lalu.

"Jadi kan Pak prabowo waktu ketemu saya kan heboh ya media. Padahal saya tanya gini, Mas nanti mau enggak saya undang ke kongres PDI-P?

Kalau enggak mau, ya enggak apa-apa. Eh ternyata beliau mau," kata megawati saat membacakan pidato politiknya.

Mega menyinggung nama prabowo beberapa kali dalam pidato politiknya.

Ia mengatakan, dirinya ingin beristirahat sejenak setelah 'bertarung' melawan prabowo dalam Pemilu 2019 lalu.

"Iya lho, kan capek ya kalau disuruh namanya tempur terus.

Ya sudahlah nanti tempur lagi di 2024. Siap?" kata Megawati diiringi tawa dan tepuk tangan para tamu undangan.




Presiden Joko Widodo (kedua kiri) bersama Wakil Presiden Yusuf Kalla (kiri), Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri (ketiga kiri), Wakil Presiden terpilih Maruf Amin (kedua kanan) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, hadir pada pembukaan Kongres V PDIP di Sanur, Bali, Kamis (8/8/2019). Kongres V PDIP yang berlangsung 8-11 Agustus 2019 tersebut dihadiri sekitar 2.170 peserta dari 514 Dewan Pimpinan Cabang (DPC), 34 Dewan Pimpinan Daerah (DPD), para pengamat dan sejumlah pimpinan partai politik. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/ama.

Dalam pidatonya, megawati sempat bercerita tentang kejengkelannya ketika tim sukses prabowo-Sandiaga membangun posko kemenangan di Jawa Tengah.
ia merasa jengkel karena provinsi Jawa Tengah merupakan basis pendukung PDI-P yang notabene merupakan partai pengusung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, pesaing prabowo-Sandi.

"Waktu itu Pak prabowo katanya dipindahkan poskonya, ini terus terang, dipindahkan ke Jawa Tengah.

Saya sudah mikir nih, hmmm gue datangin juga nih si Bowo. Ya dong, jengkel dong, orang sudah tahu itu tempatnya banteng lho," kata Megawati.

Ia mengatakan, keputusan prabowo memindahkan posko ke Jawa Tengah menjadi motivasi bagi kader PDI-P untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf. Hasilnya, Jokowi-Ma'ruf menang cukup telak.

Megawati pun kembali
menyindir prabowo.Sambil berkelakar, ia menyarankan Praboek berkoalisi dengan PDI-P kembali mencalonkan diri pada Pemilu 2024 dan ingin menang di Jawa Tengah.

"Makanya kalau nanti (pemilu) dekat-dekat dengan saya ya," ujar Megawati disambut sorak-sorai peserta kongres.

Mendengar hal itu, sontak prabowo berdiri dari kursinya.

Mantan Danjen Kopassus itu kemudian memberikan hormat kepada megawati.

Seluruh kader pun bersorak dan bertepuk tangan melihat peristiwa itu.

Sementara dari tempatnya berpidato, megawati tertawa sambil sedikit menunduk dan meneruskan pidato politiknya.

Tak hanya Mega, Presiden Jokowi yang memberikan sambutan dalam pembukaan kongres juga beberapa kali menyebut nama prabowo.

Saat membuka sambutannya, Jokowi menyebut prabowo sebagai sosok sahabat.

"Tidak lupa sahabat saya Ketua Umum Gerindra Bapak Prabowo Subianto," ujar Jokowi.


Papan karangan bunga kiriman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terpajang di dekat lokasi Kongrs PDI-P di Sanur, Bali, Kamis (8/11/2019).
Ia pun memastikan tidak akan lupa untuk menyebut nama prabowo sebelum menyampaikan sambutan.
Pasalnya ada beberapa peserta kongres yang meneriakkan nama prabowo.
"Jangan didesak pasti saya ingat," kata jokowi.
Jokowi juga kembali menyindir Prabowo saat ia bercerita mengenai alasannya mengenakan pakaian adat Bali saat hadir di pembukaan kongres.
"Kembali pertanyaan kenapa saya pakai baju adat Bali karena Provinsi Bali kemarin 91,6 persen," katanya.
"Mohon maaf Pak Prabowo. Di Bali memang 91,6 persen, saya menyampaikan apa adanya," lanjutnya.
Kehadiran prabowo memang menjadi warna tersendiri dalam kongres tersebut.
Disinggungnya nama prabowo saat megawati dan Jokowi naik panggung mengundang sorak sorai peserta kongres.(tnc/cnn)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *