HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

Pemkab Kotim "berburu" anak putus sekolah

Sampit, Kalteng, (CendanaNetNews.co.id) - Bupati Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, H Supian Hadi memerintahkan Dinas Pendidikan mendata dan membantu anak putus sekolah agar mereka bisa kembali melanjutkan sekolah sesuai harapan untuk masa depan yang lebih baik.

"Saya meminta Dinas Pendidikan bersama jajarannya mendata seluruh anak yang seharusnya bersekolah SD dan SMP namun tidak sekolah. Kalau mereka benar dari keluarga tidak mampu, kita akan bantu mereka agar tetap bersekolah," kata Supian di Sampit, Senin.

Supian mengaku banyak mendapat informasi tentang adanya anak putus sekolah. Dia sangat menyesalkan jika alasan anak tersebut putus sekolah karena keluarganya tidak mampu secara ekonomi untuk membiayai pendidikan anak mereka.

Untuk itulah, Dinas Pendidikan harus proaktif mendata ke seluruh desa dan kelurahan, berapa banyak anak putus sekolah. Koordinasi harus dijalankan dengan camat, lurah, kepala desa bahkan hingga RW dan RT.

Pemerintah daerah berupaya meningkatkan sumber daya manusia masyarakat melalui pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan. Angka putus sekolah harus terus ditekan, khususnya di tingkat pendidikan dasar yang merupakan tahapan penting bagi tumbuh kembang anak.

Program pendidikan gratis harus benar-benar diwujudkan agar minat masyarakat untuk bersekolah makin tinggi. Dinas Pendidikan harus jemput bola dan aktif memantau kondisi di masyarakat, termasuk mendata anak putus sekolah dan membantunya, terlebih di kawasan pelosok atau pedalaman.

"Tahun 2018 jangan sampai ada lagi anak usia SD dan SMP yang tidak sekolah. Kita harus mewujudkan pendidikan gratis. Jangan sampai kita dinilai bisanya hanya janji dan janji kepada masyarakat. Bentuk tim untuk menjalankan program ini, bekerjasama dengan camat, lurah kelala desa, ketua RW dan ketua RT," kata Supian.

Supian juga kembali mengingatkan seluruh sekolah untuk tidak melakukan pungutan karena melanggar aturan dan membebani orangtua siswa. Setiap kebijakan yang dibuat harus selalu mengacu pada aturan agar tidak terjadi pelanggaran hukum.

Pemerintah kabupaten terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan secara merata. Penambahan guru juga akan menjadi perhatian, khususnya untuk sekolah-sekolah di kawasan pelosok yang masih banyak kekurangan guru. (ant)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *