HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

Cabut Pergub Larangan Motor. Kakorlantas Tak Setuju

cendananetnews.co.id, Jakarta- Kakorlantas Polri, Irjen Pol Roycke Lumowa tidak merespon rencana Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang akan mencabut Pergub larangan sepeda motor di kawasan Thamrin dan Sudirman. Sementara Polri menyarankan Pemprov DKI Jakarta, memperbanyak angkutan massal.

 "Saya nggak setuju kalau membatasi angkutan umum. Makanya angkutan umum tetap harus diutamakan," kata Roycke kepada Pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senen kemarin.

Masalah itu, Roycke tidak mengetahui apa dasar Pemprov DKI Jakarta merencana pencabutan Pergub tersebut. Namun, anehnya kembali motor dibebaskan ke Jalan Thamrin.

Untuk itu, kita sarankan Pemprov DKI Jakarta segera memperbaiki angkutan umum dulu. " saya sama sekali tidak tahu dasar mereka merubah, mungkin ada alasan yang lain. Tapi kalau saya melihat ini semua untuk mengurai kemacetan harus kembali atau menuju pada suatu sistem transportasi modren menggunakan angkutan umum massal bisa kereta, bus," sambungnya.

 "Masalah untuk mengatasi kemacetan di Jakarta, sangat diperlukan kebijakan pembatasan kenderaan bermotor karena itu salah satu cara.

Makanya, angkutan umum harus diperbanyak agar masyarakat yang selalu menggunakan kenderaan pribadi beralih ke moda transportasi massal, ujarnya.

 "Karena bagaimana pun, jelas Roycke, untuk menuju transportasi modren kita mengutamakan angkutan umum, transportasi umum. Apalagi yang massal, kereta, bus dan segala macam," paparnya, sembaridia menyarankan,  Pemprov DKI agar pertimbangkan dampak dari pencabutan kebijakan tentang pelarangan motor tersebut.

 "Semua sudah pasti ada sebab-musabab dan akibat, dan pasti ada untung rugi. Saya pikir pemerintah mungkin sudah melihat kearah sana.

Tapi saya tidak tahu alasan beliau apa yah," menurut hematnya, pemerintah seharusnya mengenyampingkan kenderaan pribadi." Kalau saya, bagaimana pun juga kota- kota besar metropolitan seperti ini transportasi umum harus diutamakan, kenderaan pribadi, sepeda motor itu nomor dua. Karena yang paling utama adalah kenderaan umum, harus dikembangkan," tuturnya. (martin.L-shafwan).

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *