HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

KOREM 023/KAWAL SAMUDERA CEK KESEHATAN PRAJURITNYA

cendananetnews.co.id, Sibolga – Korem 023/KS melaksanakan pemeriksaan penyakit hepatitis terhadap prajurit TNI yang bertugas di Makorem 023/KS. Pemeriksaan yang di gelar di aula Gupala Jalan Datuk Itam Sibolga, Rabu (1/11/2017), dipimpin langsung Dandenkesyah 01.04.02, Letkol CKM A Rumahorbo.

Komandan Denkesyah 01.04.02 Sibolga, Letkol Ckm A Rumahorbo disela-sela kegiatan menjelaskan secara ringkas apa yang dimaksud Hepatitis yang berakibat kepada kanker hati.

Dalam istilah kedokteran, HBsAg adalah singkatan dari Hepatitis B surface Antigen. Yaitu suatu protein permukaan virus Hepatitis B. Kemudian yang berhubungan dengan istilah tersebut adalah HBsAb atau Hepatitis B surface Antibody, yaitu suatu protein antibodi yang diproduksi tubuh untuk melawan virus Hepatitis B.

“Secara laboratorium, pemeriksaan terhadap HBsAg adalah salah satu pemeriksaan yang harus dilakukan untuk mendeteksi terhadap adanya tanda-tanda penyakit Hepatitis B, di samping pemeriksaan HBsAb dan HBcAb,” katanya.

Ditegaskan Letkol Ckm A Rumahorbo, pemeriksaan Hepatitis sangat penting. Tujuannya untuk mengetahui apakah seorang prajurit  itu sudah terinfeksi atau tidak.
“Jika  sudah positif Hepatitis, maka harus makan obat selama mengidap, karena bila tidak maka dipastikan meningkat ke penyakit hati (kanker hati ). Bila tidak terinfeksi, maka yang bersangkutan harus  diberikan vaksin Hepatitis B, agar terhindar dari penyakit hati,” paparnya.

Diyakinkannya, seorang yang sudah terinfeksi virus Hepatitis tidak bisa diketahui secara kasat mata. Karena, orang yang terifrksi biasanya tidak menunjukan gejala-gejala penurunan kesehatan.

“Biasanya penderita tetap merasa sehat dan baik-baik saja tubuhnya. Namun apabila perkembangan penyakit ini telah berlanjut, baru timbul gejala Hepatitis B, berupa kulit dan mata kuning, air kencing yang berwarna gelap seperti teh tua, rasa tidak nyaman di perut, dan sebagainya. Makanya, untuk antisipatif, perlu dilakukan  pemeriksaan terhadap HBsAb, sehingga hasil pemeriksaan akan menunjukkan respon tubuh terhadap paparan virus Hepatitis B,” urainya.

Pemeriksaan Hepatitis ini diikuti oleh seluruh para perwira, bintara , tamtama dan ANS Korem 023/KS.(Umar.j)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *