HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

Jeruk Makan Jeruk, Oknum Wartawan Peras Keluarga Wartawan

cendanetnews.co.id, Medan- Kericuhan Terjadi Dirumah Salah Seorang Warga Gg Mushollah Marindal Kelurahan Harjo Sari II Kecamatan Medan Amplas Kamis Malam 25.1.2018 Sekira Pukul 22.30 WIB.
 
Malam itu Sekira Pukul 21.00, Pujiman 57 Tahun, Warga Jalan Marindal Gg Mushollah Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas Mendapatkan Tlefon dari Seorang Pria Mengaku Bernama Tamrin, yang Mengaku Sebagai Utusan Dari Seseorangi Bernama Remon, yang diketahui Merupakan Salahsatu Juragan Tanah dikawasan Marindal.

Dalam Pembicaraan Melalui Phonsel tersebut, Tamrin Oknum Wartawan, Mengaku Akan Datang kerumah Pujiman, Guna Menyelesaikan Permasalahan Pengembalian Surat Tanah Milik Almarhum Ponio, yang Merupakan Ayah Kandung Pujiman.
 
"Dia (Tamrin) Red. Katanya Mau datang kerumah Kami, Tujuannya Mau Mengembalikan Surat Tanah Kami yang Sudah Sejak Tahun 2014 Ditahan Oleh Remon dan Notaris Febriani Magdalena Hasibuan SH.

Kebetulan Saya Bersama Saudara-Saudara saya dan Keponakan Saya Suheri Can, Sedang Kumpul., Lalu saya Suruh saja Mereka datang. "  Terang Pujiman.
 
Satu Jam Kemudian, Tamrin pun datang Bersama Suami Oknum Notaris Febriani Magdalena dan Ditemani Seorang Rekan Mereka yang tak diketahui Namanya.

Namun Suami Sang Notaris tersebut, Tidak berkenan Masuk Kerumah Pujiman, dan lebih memilih untuk tetap berada diluar, seolah Menghindari Pertemuan langsung dengan Pujiman dan Keluarganya.
 
Kedatangan Tamrin yang pernah Mengaku Sebagai  Seorang Wartawan Terbitan Medan inipun, Disambut Pujiman Yang waktu itu memang Sedang menunggu Kehadiran Tamrin.
 
Awalnya, Pembicaraan Antara Pujiman yang didampingi Keponakannya Suheri Can dan Tamrin Yang didampingi Rekannya itupun berjalan Santai.
 
Tamrin Mengaku kedatangannya kerumah Pujiman, Untuk Membicarakan Masalah Surat Tanah Milik Ayah Pujiman yang sekarang Berada ditangan Notaris Febriani Magdalena Hasibuan.
 
Tamrin Mengaku Mendapat Tugas untuk Menyampaikan Pesan dari Bos Nya (Remon) Red. untuk Meminta uang Sebesar Rp 200 Juta, Sebagai Syarat agar Surat Tanah Milik Almarhum Ponio bisa dikembalikan kepada Para Ahliwaris.
 
Melalui Tamrin, Remon Berdalih telah Mengeluarkan Banyak Uang, untuk Mengurus Proses Jual Beli yang disepakati Keduabelah pihak Pada Tahun 2014 Yang lalu.
 
Mendengar Syarat Yang disampaikan Tamrin tersebut, Suheri Can Keponakan Pujiman, yang juga ber Profesi sebagai Wartawan itupun Angkat bicara.

Suheri Mengaku Kaget dengan Syarat yang Disampaikan Tamrin.
 
" Saya Kaget, Kok ada Syarat Pengembalian Uang Rp 200 Juta.? Tapi biarpun begitu, Saya Mencoba untuk Tenang dan bertanya, Apakah Biaya  Pengeluaran Senilai Rp 200 Juta itu, ada Rincian nya.? Tapi Tamrin Gak Mau Menjawab." ungkap Suheri.
 
Menurut Suheri, Tamrin Justri Melontarkan Kalimat yang Memancing Amarah Keluarga Mereka, dengan menanyakan Surat Kuasa kepada Suheri Can, Tamrin tak memperbolehkan Suheri Ikut terlibat dalam Pembicaraan tersebut, Jika Tidak bisa Memperlihatkan Surat Kuasa.
 
Suheri pun Justru Berbalik Melontarkan Petanyaan Kepada Tamrin, Terkait Kapasitasnya Mewakili Remon untuk Menyelesaikan Permasalahan ini.
 
" Saya Heran, udah jelas dia yang datang kerumah kami, Kok Malah dia pulak yang Melarang saya angkat bicara, justru malah mintak supaya saya menunjukan Surat Kuasa. Saya balik Bertanya apakah dia Punya Surat Kuasa dari Remon atau Notaris.? Eh dia bilang Surat Kuasa nya gak dibawak." Ujar Suheri Benada Kesal.
 
Mendengar perdebatan Tersebut, Jumiati salah Seorang Bibik Suheri yang kebetulan ikut Mendengar Perbincangan itupun langsung Marah dan Meminta agar Tamrin Segera Meninggalkan Rumah Mereka.

Namun Tamrin tetap Ngotot dengan Argumen nya bahwa, Surat Tanah Milik Ahliwaris Almarhum Ponio, Tak akan Dikembalikan dan akan tetap disimpan dikantor Notaris Febriani Magdalena Hasibuan, Jika Para Ahliwaris tak Mau Memenuhi Syarat Membayar Rp 200 Juta.
 
Dengan Mimik Muka yang Angkuh, Tamrin Justru Mempersilahkan Keluarga Ahliwaris membawa persoalan ini kejalur Hukum.
 
Melihat Sikap Tamrin yang arogan itupun, Sejumlah keluarga Ahliwaris Almarhum Ponio Meradang dan Mengusir Tamrin dari Rumah Mereka, sembari Meneriaki Tamrin dengan sebutan Maling Tanah.
 
Dirasa Suasana Sudah Mulai Tak Nyaman, Tamrin Beranjak Pergi Meninggalkan Rumah Pujiman.
 
Situasi semakin Ricuh, Ketika Beberapa orang IWanita Ikut Meneriaki Tamrin dengan Sebutan Maling Tanah. Beruntung Bentrokan Fisik Masi Dapat dihindari.
 
Peristiwa Dugaan Pemerasan ini Bermula, Ketika Ahliwaris Mengaku Membuat Kesepakatan Lisan dengan seorang Makelar Tanah Bernama Heri dan Wisnuh Yang salahsatunya Merupakan Suami Dari Oknum Notaris Febriani Magdalena Hasibuan SH. Untuk Menjual Sebidang Tanah Seluas 45600 Meter, Yang Terletak dijalan Pasar 7  Meka Tani Marindal, yakni Merupakan Tanah Milik Almarhum Ponio, Berdasarka Alas Hak SK Gubernur Sumut, Tahun 1968,
 
Heri Dan Wisnuh Mengaku Bahwa Tanah Tersebut Hendak Dibeli Oleh Seorang Bos Tanah Bernama Remon, Lalu Heri dan Wisnuh Meminta agar Ahliwaris Menyerahkan Petikan Asli SK Gubernur Tersebut Kepada Heri dan Wisnuh untuk diperoses Melalui Notaris Febriani Magdalena Hasibuan SH.
 
Berdasarkan Kesepakatan Tersebut, Maka Dipertemukanlah Para Ahliwaris dan Remon selaku Calon Pembeli, dikantor Notaris Febriani Magdalena Hasibuan SH, yang Beralamat di Jalan Turi Teladan Medan, Pada Tahun 2014 Yang Lalu.
 
Saat itu, Remon Menyerahkan Uang Rp 20 Juta Sebagai Biaya Pengurusan Balik Nama Dari Pihak Ahliwaris, Menjadi Milik Pihak Pembeli Bernama Remon.

Namun Uang Tersebut Dipotong setengahnya Oleh Pihak Notaris Sebagai Uang Biaya Pengalihan Alashak, sebesar Rp 10 Juta. Dan Sisanya Rp 10 Juta lagi, diserahkan Kepada Ahliwaris, Untuk Mengganti Biaya Transportasi.
 
Salah seorang Ahliwaris bernama Apik juga mengaku bahwa, Selama Peroses Peralihan Nama tersebut, Heri dan Wisnuh Kerap datang Menemui Para Ahliwaris, Untuk Menandatangani Sejumlah Dokumen yang Tidak diketahui Apa isinya. Apik juga Mengaku, Heri dan Wisnuh, Kerap datang Secara Tiba-Tiba dan Terburu-Buru.
 
"Heri dan Wisnuh Sukak datang Malam-Malam, antara Jam 10 Sampai Jam 11 Malam dengan Tergesa-gesa, Sampai kami tak tau apa yang Tertulis dalam berkas itu, karena kami Percaya, Kami tanda tanganilah." Ujar Apik Menceritakan.
 
Namun setelah Itu, Heri dan Wisnuh, Seolah Lenyap ditelan Bumi, Mereka Seakan Menghindar dan Sulit Dihubungi.
 
Sampai Pada Tahun 2017, Perkembangan Terkait Peroses Jual Beli Lahan tersebut, Tidak juga diselesaikan. Dan Ahliwaris Tidak Menerima Sisa Pembayaran dari Remon.
 
Terkait Tidak Jelasnya Peroses Jual beli Tersebut, Para Ahliwaris, Telah Berulang Kali Mendatangi Kantor Notaris Febriani Magdalena Hasibuan SH di Jln Turi Teladan Medan. Namun Sang Notaris Seakan Mengulur Waktu dan Meminta agar Para Ahliwaris Bersabar Dan Terus Menunggu.
 
Merasa Ada yang Tidak Beres, Akhirnya Ahliwaris sepakat Untuk Membatalkan Jual Beli, dan Meminta agar Surat Tanah Milik Ayah Mereka ( Ahliwaris) Red. dikembalikan Kepada Keluarga Ahliwaris.

Namun Oknum Notaris itu justru Meminta Syarat, Agar Ahliwaris Membayar Gantirugi Yang Telah dikeluarkan Dalam Peroses Peralihan Nama Antara Ahliwaris dan Remon.
 
Mendengar Cerita Dari Paman dan Bibinya, Pada Awal Bulan 11 Tahun 2017 yang lalu,, Suheri Can yang Ber Profesi sebagai Wartawan, Coba Melakukan Komunikasi dengan Mendatangi Oknum Notaris Febriani Magdalena di Kantornya. Namun Notaris yang Bersangkutan, Justru malah Marah dan Meminta agar Para Ahliwaris Mengganti Biaya Rp 200 Juta kepada Remon, Barulah Surat Tanah itu Bisa diserahkan Kembali kepada Ahliwaris.
 
" Notaris Mengaku Tak bisa Menyerahkan Surat Tanah Kakek saya, Jika tidak ada Persetujuan dari Remon. Karena kata dia (Notaris) Red. Pak Remon udah banyak keluar Uang, Jadi Harus diganti." Ungkap Suheri Menceritakan.
 
Tanggal 18 Bulan 12 Tahun 2017 yang lalu, para Ahliwarispun, Beramai-ramai, Melakukan aksi Unjuk Rasa, Didepan Kantor Notaris Febriani Magdalena Hasibuan SH.

Setelah Melakukan Aksi Dan Menyampaikan Orasinya selama 30 Menit, Akhirnya Pihak Polsek Medan Kota pun, Mencoba Melakukan Mediasi antara Pihak Notaris dan Ahliwaris.
 
Dalam Upaya Mediasi Tersebut, Notaris Febriani Magdalena Mengaku, Masih Menyimpan Semua Dokumen Terkait Kepemilikan Tanah, atas Nama Almarhum Ponio. Oknum Notaris tersebut Bahkan Mengaku, Bahwa Remon Mengurungkan Niatnya Membeli Tanah Tersebut, dan Remon Akan Menyerahkan Alashak Tanah Yang Dititipkan Kepada Notaris tersebut,  apabila Para Ahliwaris Mau Membayar Gantirugi.
 
" Saat itu dihadapan Kanit Polsek Medan Kota, yang Menengahi Mediasi, Kami Meminta, agar Pihak Notaris Membuat Rincian Biaya Pengeluaran Peroses Pengurusan Balik Nama yang sudah dikeluarkan, Namun Pihak Notaris dan Perwakilan dari Remon Bernama Tamrin, Meminta Waktu selama 1 Bulan.untuk Membuat Rincian Biaya Pengeluaran." Terang nya.
 
Sampai Akhirnya Tgl 25 Bulan 1 2018, Tamrin Mendatangi Para Ahliwaris, Untuk Meminta Uang Rp 200 Juta, Sebagai Syarat Pengembalian Surat Tanah Tersebut.
 
Tekait Dugaan Pemerasan Tersebut, Suheri Can Mengaku, akan Membuat Laporan Pengaduan Terhadap Para Terduga Pelaku Penipuan, Pemerasan dan Penggelapan yakni,  Tamrin (Oknum Wartawan) Febriani Magdalena Hasibuan SH (Oknum Notaris) Heri (Suami Notaris) Wisnuh (Makelar Tanah) dan Remon (Juragan Tanah) Ke Polda Sumut, Agar pihaknya Mendapatkan Perlindungan Hukum.

Suheri juga Mengaku Akan Berangkat Ke Jakarta, dan Melakukan Aksi Borgol Tangan didepan Istana Presiden, Sampai Mereka Mendapatkan Keadilan.
 
" Insya Allah, Hari Senin Kami akan Buat Laporan Ke Polda Sumut, Dan Tgl 10 Bulan depan, Kami Akan Berangkat Ke Jakarta, Untuk Melakukan Aksi Borgol Tangan didepan Istana Presiden, Dan akan Bertahan disana Sampai tuntutan kami dikabulkan. " Pungkasnya.(Tim)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *