HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

Jokowi, Era Digitalisasi Tidak Ada Wartawan Abal-Abal

cendananetnews.co.id, sumbar-  Awal puncak sambutan Presiden Joko Widodo, pada Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Danau Cimpagp, Pantai Padang, Sumateta Barat, Jumat kemarin lalu.  

Joko Wododo dalam acara itu berkellakar atau bergurau saat bertanya sama seorang wartawan. Ketika itu, Jokowi mengutamalan kalau si wartawan jadi Presiden, mana yang buat jengkel anda. Dijawab Nasir, wartawan dari Surabaya itu dengan tegas, wartawan abal- abal. Spontan disanggah Jokowi mana ada itu. Karena xaman era. digitalisasi mana ada wartawan abal- abal.  

Dilanjutkan Presiden, dalam kemajuan teknologi dan limpahnya informasi serta misinformasi peranan Pers sangat diperlukan, katanya.  Apalagi ditengah persaingan alur informasi melalui sebaran berita media sosial, media massa semakin diperlukan untuk menyebarkan kebenaran fakta- fakta dan penegak aspirasi.Sehingga media dapat membangin kehidupan peradaban dan kebudayaan baru ditengah- tengah masyarakat.    

Industri yang memanfaatkan teknologi digital dan kekuatan komputasi serta analisa data, pers bermanfaat untuk menyebarkan hasil Inovasi baru tersebut kepads masyarakat.     

puncak acara dihadiri sejumlah Kabinet Kerja yakni, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala BPN Sofyan Djalil,  Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Selain juga turut sejumlah pemimpin Media, Direktur Utama LKBN Antara Meidyatama Suryo diningrat, Pemred RCTI Atika Suri, dan Pemred Metro TV Donbosco Selamun, serta Ketua PWI Pusat Margiono juga sebagai Penanggungwab HPN 2018. Selain turut sejumllah pemimpin media Online. Dan wartawan asing dari negara jiran Malaysia.  

Kemudian HPN 2018 turut undangan dari Duta Besar Negara sahabat seperti, Malaysia, Kazakhstan, Selandia Baru, Filipina, Iran, Kuba, Ceko, Laos, Yunani, italia, Mesir, Arab Saudi, Kolumbia, Myammar,, Austria, Jepang, dan Amerika Serikat.
  
Ketua DPR RI, Bambang Soesetyo menilai, pers Indonesia seharus nya lebih siap merespon tiap isu peristiwa yang ada di ruang publik untuk diberitakan secara obyektif. Jika tidak akan dimanfaatkan pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab sehingga menyebarkan informasi bohong atau hoax. " Karena itu tidak kesigapan wartawan akhirnya dimanfaatkan orang lain yang tidak bertanggung jawab menyebarkan kabar hoax dari setiap peristiwa," katanya.   

Karena media arus utama yang dikelola komunitas Wartawan akan tetap menjadi andalan publik untuk mendapatkan informasi benar dan akurat. Tapi tantangan bagi media semakin berat dan pelik karena akunmuladi dan arus informasi. (fauzie).-

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *