HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

DISKUSI PUBLIK MEMILIH CERDAS HASILKAN SUMUT YANG BERKUALITAS

cendananetnews.co.id, Medan- Bertempat di Gedung Digital Library Universitas Negeri Medan, Kapolda Sumut melaksanakan Diskusi Publik Memilih Cerdas Hasilkan Sumut yang Berkualitas. Hadir dalam Wakil Ketua KPK Tony Saut Situmorang, Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga, Rektor Universitas Negeri Medan Prof. Dr. Sawal Gultom,MPd, Moderator Rajamin Sirait, Para pejabat utama Polda Sumut, Kapolrestabes Medan dan undangan + 300 orang.

Kegiatan diawali dengan persembahan tarian multi etnis Sumatera Utara dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia raya dan hening cipta yang dipimpin oleh Kapolda Sumut. Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan Ketua DPD Fornas Bhinneka Tunggal Ika. Sambutan Rektor Unimed menyampaikan dengan adanya kegiatan diskusi publik ini para peserta diskusi benar-benar dapat menjadi cerdas dalam menjadi Sumatera Utara yang lebih baik kedepannya apalagi saat ini maraknya korupsi oleh Kepala Daerah yang sudah terpilih, mari lebih cerdas dalam memilih untuk Sumatera Utara yang lebih berkualitas untuk kedepannya setelah itu dilanjutkan dengan membuka secara langsung kegiatan Diskusi Publik. Dalam sambutan rektor tersebut di putar juga video tentang penangkapan Kepala Daerah dan anggota DPR yang korupsi. Moderator Rajamin Sirait menyampaikan kegiatan diskusi ini untuk mendidik dan bertukar pikiran sekaligus membuka pikiran serta menggunakan hak pilih dalam pilkada Sumut 2018.

Paparan Komisioner KPU Benget Silitonga sebagai nara sumber menyampaikan saat ini pemilihan para Kepala Daerah sudah tidak lagi dari anggota DPR tapi melalui rakyat, dalam hal ini KPU yang diberikan kewenangan untuk menyeleksi administrasi dari masing-masing partai politik untuk maju untuk Kepala Daerah, terkait pemilihan sebagai instrumennya KPU setiap tahun terus memperbaiki diri untuk lebih profesional dalam penyelenggaraan, tidak hanya KPU tapi saya berharap dari masing-masing parpol beserta kandidatnya juga harus mampu memperbaiki diri dalam penyelenggaraan seperti kegiatan kampanye yang mendidik kepada para pemilih, jangan berurusan Money Politik dan Kampanye Hitam ciptakan pemilih yang cerdas. Saya mengharapkan kepada aparatur Sipil Negara, TNI dan Polri harus bersikap netral, jangan memilih karena sesuatu tapi gunakanlah hak pilih itu dengan pertimbangan yang memang kita lihat rekam jejaknya dan kualitasnya yang dapat membuat perubahan untuk Sumut yang berkualitas. Persyaratan dalam memilih untuk masyarakat yang menggunakan hak pilih dalam pilkada 2018 berakhir pada bulan Maret 2018. Saya mengharap kepada mahasiswa yang masih menjadi pemilih formula mari sekarang cari tahu keunggulan masing-masing paslon, tinggalkan isu-isu hoax dalam pilkada 2018.

Kapolda Sumut dalam paparannya mengatakan pengamanan selama Pilkada 2018 di Sumut, kami sebagai pengawal serta pengamanan untuk Pilkada Sumut 2018 sudah membentuk operasi yang di selenggarakan oleh Polri, untuk Polda Sumut Operasi Mantap Praja Toba 2018 untuk mengawal dan mengamankan Pilkada Sumut 2018 sampai dengan selesai. Saya sangat mengapresiasi masyarakat di Sumut ini yang memiliki perbedaan sikap dan prilaku dari daerah yang lain. Sumut merupakan contoh dari kebhinekaan yang ada di Indonesia dengan berbagai macam perbedaan namun tetap rukun berdampingan.

Polda Sumut sudah menyiapkan 13.170 personil yang di siapkan untuk Ops mantap Praja Toba 2018 yang nanti akan kita tugaskan ke TPS dengan berbagai pola pengamanan serta melaporkan segala kegiatan Pilkada Sumut 2018 yang akan menjadi bahan evaluasi bagi Polri dalam pengamanan dan akan dibantu dari instansi samping yaitu TNI dalam pengamanan pilkada di Sumatera Utara. Dalam menangani Berita Hoax sudah mulai menyebar di mana mana untuk memecah belah bangsa. "Hoax ini berawal dari iseng dari pengakuan para tersangka, Polda Sumut sudah mengamankan 6 orang yang menyebarkan berita Hoax dan isu sara. Mari bantu kami dengan memberikan informasi tentang penyebaran berita Hoax yang ada di Sumut.

Sambutan Wakil Ketua KPK Thony Saut Situmorang menyampaikan untuk mewujudkan pemilih cerdas di Sumut yang berkualitas. Saut Situmorang menyampaikan kehancuran negara ini berawal dari adanya Korupsi dari kepala negara yang membuat keamanan negara menjadi lemah dan adanya Hoax yang memang saat ini mudah menyebar di era digital ini. Saut Situmorang memberikan paparan mengenai apa apa saja faktor yang membuat terjadinya Korupsi di negara ini. " kami sebagai komisi pemberantasan korupsi siap menangani segala bentuk korupsi untuk memperbaiki negara ini yang tentunya tidak lepas dari bantuan pihak kepolisian untuk bekerja sama memberantas korupsi.

Wakil ketua KPK meminta kepada seluruh tamu undangan yang hadir, marilah mulai dari sekarang stop budaya korupsi saat dari muda, nanti kedepannya apabila kita mendapat kedudukan yang baik seperti kepala daerah kita sudah tidak mau terikut dengan budaya yang salah itu. "Jika kita tidak stop korupsi dari sekarang, percayalah 30 tahun kedepan negara ini akan hancur.(end/fauzie)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *