HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

IJECK PENUHI PANGGILAN KPK UNTUK KLARIFIKASI CICILAN UTANG PEMPROVSU

Cendananetnews.co.id, Medan- Kabar calon Wagubsu No.1, Musa Rajekshah alias Ijeck memenuhi panggilan penyidik KPK di Mako Brimob Polda Sumut, Jalan Wahid
Hasyim Medan pada Sabtu (21/4/2018)
kemarin, bukan diperiksa sebagai saksi
dalam kaitan kasus dugaan suap mantan
Gubsu Gatot Pujo Nugroho (GPN).

"Ijeck mendampingi orangtuanya, Pak H
Anif, datang memenuhi panggilan KPK
untuk klarifikasi utang Pemprov Sumut
kepada mereka saat Gubsu masih dijabat
GPN," kata Sekjen Relawan Hati Emas
Kota Medan, Sartjipto King kepada
redaksi, Minggu (22/4/2018).

Aking --sapaan akrab Sartjipto King--
merasa perlu meluruskan pemberitaan
yang viral di media sosial terkait kehadiran
Ijeck dan Pak H Anif ke Makobrimob Polda
Sumut pada Sabtu (21/4/2018).

Menurut Aking, kehadiran Ijeck dan Pak H
Anif bukan dalam kapasitas sebagai saksi
kasus dugaan suap GPN terkait
persetujuan APBD Sumut 2012-2014,
pengesahan APBD Sumut 2014-2015, dan
penolakan hak interpelasi oleh DPRD
Sumut.

Baik Pak H Anif maupun Ijeck, lanjut
Aking, bukan sebagai anggota DPRD
Sumut, ataupun rekanan di lingkungan
Pemprov Sumut.

"Keduanya datang untuk memberi
klarifikasi, bukan sebagai saksi kasus. Itu
dua hal yang berbeda. Karena di catatan
Kabag Keuangan Pemprov Sumut ada
tercatat pengembalian pinjaman uang
kepada Pak H Anif," jelas Aking.

Uang yang dikembalikan, Aking tidak tahu
persis berapa jumlahnya, merupakan
pinjaman Pemprov Sumut kepada H Anif.

Cendananetnews.co.id, Medan- Karena sebelumnya, staf Pemprov Sumut
datang dengan ditemani Ijeck kepada H
Anif untuk memohon pinjaman dana. Saat
itu, Gubsu GPN memerlukan dana untuk
membayar gaji ASN Pemprov Sumut, dan
keperluan lainnya.

"Pinjaman yang dimohonkan GPN melalui
stafnya tidak seluruhnya bisa dipenuhi
Pak H Anif. Namun begitu, Pak H Anif
tetap memberikan pinjaman, dengan niat
jangan sampai ASN Pemprov Sumut tidak
gajian," ungkap Aking.

Hal ini pun sudah pernah diutarakan GPN
dalam persidangan, termasuk oleh staf
GPN yang melakukan pinjaman.

Dan saat Ijeck menemani ayahnya ke
Mako Brimob Polda Sumut, kemarin,
penyidik KPK melakukan counter check
kebenaran hal ini, termasuk soal catatan
yang ada di Kabag Keuangan Pemprov
Sumut.

"Saat pinjaman dan pembayaran kembali
dilakukan, ada saksi dari staf Gubsu GPN,
dan lengkap tanda terima resminya. Jadi
itulah cerita yang sebenarnya yang kami
ketahui, dan Ijeck yang menemani Pak H
Anif bukan datang untuk memenuhi
panggilan KPK dalam kapasitas sebagai
saksi, melainkan untuk memberikan
klarifikasi soal catatan di Kabag Keuangaan Pemprov Sumut itu," papar
Aking. (zul)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *