HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

Kapolri jenderal Tito karnavian,cara pelaku ledakkan bom

Cendananetnews.co.id.-Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan insiden serangan bom di 3 gereja Surabaya, Jawa Timur, merupakan serangan bom bunuh diri. Namun ia menyebut, aksi peledakan bom itu dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. Tito menjelaskan, dari tiga serangan bom bunuh diri yang terjadi, ledakan terbesar terjadi di Gereja Pentakosta Pusat Surabaya (GPPS), Jalan Arjuna, Surabaya, Jawa Timur. Bom itu, diledakkan menggunakan mobil merek Avanza."Dengan Avanza, tentu menggunakan bom yang diletakkan dalam kendaraan. Setelah itu ditabrakkan. Ini ledakan yang terbesar sepertinya dari tiga ledakan," ucap Tito, di RS Bhayangkara, Surabaya, Minggu (13/5). Tito melanjutkan, untuk aksi bom bunuh diri di Gereja Kristen Indonesia (GKI) yang berada di Jalan Diponegoro, dilakukan pelaku dengan cara memasang bom di pinggangnya. Hal itu ditunjukkan dengan rusaknya perut pelaku, saat diidentifikasi oleh polisi. 
Jokowi Tinjau Lokasi Ledakan Bom di Surabaya (Foto: Biro Pers Setpres) "Karena yang rusak adalah bagian perutnya, baik yang perempuan tentunya maupun anaknya, hanya bagian perutnya. Sementara bagian atas dan bawahnya semua masih utuh," tuturnya. 
Sedangkan ledakan bom yang terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Tito menyebut polisi masih mengidentifikasi bahan peledak yang digunakan pelaku. Namun, Tito menduga, cara pelaku meledakkan bom adalah dengan cara memangkunya dengan menaiki motor yang menuju ke halaman gereja. "Jenis bomnya belum. Sekarang bahan peledaknya apa, nanti kita sedang melakukan penyelidikan oleh laboratorium forensik," ucap Tito. Tito menjelaskan, para pelaku di 3 gereja itu merupakan satu keluarga. Keluarga ini dikomandoi oleh kepala keluarga mereka bernama Dita. Dita bersama dengan anaknya mengendarai mobil Avanza di GPPS Arjuno. Sebelumnya, Dita sudah menurunkan istri dan dua anaknya di GKI Wonokromo Diponegoro."Istrinya diduga bernama Puji Kuswanti kemudian yang anak perempuan ini bernama Fadila Sari umur 12 tahun dan Pamela Rizkita 9 tahun. Mereka satu keluarga," imbuh dia.Sementara, bom yang diledakkan di Gereja Santa Maria Tak Bercela dilakukan oleh dua anak laki-lakinya, ialah Yusuf dan Alif.Baru Pulang dari SuriahTito menduga satu keluarga yang menjadi pelaku pengeboman di Surabaya baru kembali dari Suriah. Tito menyebut bukan tidak mungkin mereka termasuk salah satu dari 500 warga Indonesia yang kembali dari Suriah. "Seperti yang kembali dari Suriah, 500 orang, termasuk di antaranya keluarga ini, diduga," ujar Tito di RS Bhayangkara, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5). Tito mendesak DPR untuk segera merampungkan revisi UU Anti Terorisme. Sebab UU yang ada sekarang membatasi penindakan polisi terhadap terduga teroris. Dalam kasus 500 orang yang baru kembali dari Suriah, UU yang ada saat ini membatasi ruang gerak aparat. "Ini kita enggak bisa buat apa-apa kalau mereka melakukan pidana. Hanya 7 hari menahan terus kita lepas. Kita monitor, mereka pasti menghindar," jelas Tito.(red) 

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *