HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

Koruptor dana bansos masih terima gaji puluhan juta

Cendananetnews.co.id.- Meski meringkuk di balik
jeruji besi mantan anggota DPRD Makasar, Mustagfir
Sabry, beliau masih
menerima gaji. Pokoknya, putusan
Mahkamah Agung
yang dijadikan dasar menghentikan gaji
 para koruptor, namun hingga kemarin belum diterima.
   Sekretaris Dewan
DPRD Makasar, Sulawesi Selatan, Adwi Awan, jumat
semalam, katanya "tidak ada dasar kami hentikan gajinya. Kami sebelumnya sudah
menyurati pada Kejari Makasar untuk menanyakan
surat salinan putusan Mahkamah Agung."
  Sambung Sekwan
DPRD Makasar, "sampai kini dia belum terima salinan putusan MA vonis hukuman Mustagfir."  Diakui
Gaji yang diterima anggota Dewan tersebut cukup besar, mencapai
puluhan juta rupiah
per bulan. Walau dia ditahan di. Lapas Makasar gajinya masih mengalir kepada sang Koruptor itu.
   Kasus yang melibatkan Mustagfir tersebut,
bermula Pemda Sulawesi Selatan mengalokasi anggaran bantuan
sosial APBD 2008 lalu, sebesar RP 151 miliar. Dari catatan anggaran
Bansos ditujukan
untuk berbagai kegiatan yang dianggap perlu. Sementara salah
satu pihak mengajukan proposal Mustagfir
atas petunjuk anggota DPRD Provinsi Sulsel, Adil
Patu. Dari proposal
itu mengucur uang
Rp 500 juta guna kegiatan olahraga
dan kegiatan sosial
kemasyarakatan. Namun, diketahui dana itu tidak jelas
pertanggungjawabannya.  Dengan demikian, penyidik
menelusuri kasus tersebut.
   Mustagfir adalah
Kader Partai Hanura dijatuhkan
hukuman 5 tahun penjara. Karena melakukan penyelewengan dana bansos ratusan juta rupiah.
MA menjatuhkan
putusan, Nomor.2703.K/Pid.Sus/2015, tanggal 16 Juni 2016, dengan hukuman 5 tahun dan pidana denda sebesar Rp 200 juta. (fauzi/endang)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *