HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

Makna Di Balik Kaus Cokelat Dan Salam Jempol Jokowi

Cendana net news.-Salam jempol dan kaus cokelat bertuliskan 01 diperkenalkan Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Rakernas Tim Kampanye Nasional (TKN). Apa makna di baliknya? 

Rakerna Tim TKN digelar di Gedung Empire, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (28/10). Kedatangan Jokowi membuat heboh peserta Rakernas dan menjadi sasaran salaman hingga foto selfie. 

Mengenai warna cokelat yang dipilih untuk kaosnya, Jokowi menjawab karena warna cokelat adalah warna 'netral'. Dia pun memilih sendiri warna dan desain dari kaos tersebut. 

"Ya supaya netral kepada semuanya. Kaus sendiri dong, masak kaus siapa," kata Jokowi. 

Salam jempol juga untuk pertama kalinya diperkenalkan Jokowi kepada para pendukungnya. Dia mencontohkan langsung salam jempol itu di hadapan tim kampanyenya.

"Hari ini dalam Rakernas Pak Jokowi sengaja pakai baju coklat. Coklat itu cocok dan melekat. Salamnya yang diperkenalkan adalah salam jempol," kata Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto di Hotel Empire, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (28/10).

Saat perkenalan oleh Jokowi itu, media massa memang tidak sempat mengikuti. Sebab sesi tersebut dilakukan secara tertutup dari awak media.
Hasto menjelaskan maksud dari Salam Jempol tersebut. Dia mengatakan, jempol itu rule of thumb yang berarti bersifat cepat dalam mengambil keputusan. Jempol juga dapat dimaknai sebagai angka satu untuk Indonesia Maju.


"Ini salam penuh sentuhan persaudaraan, bagaikan elemen utama untuk memenangkan, di mana ada parpol dan ada relawan, yang menyatu, semua berjuang untuk kebaikan," kata Hasto.

Dikatakan Hasto, hal itu juga menggambarkan narasi kebaikan politik santun, tanpa politik kebohongan, yang ditegaskan oleh Jokowi. "Dan inilah yang terus kami sosialisasikan dan disertai dengan semangat turun ke masyarakat," katanya.(red) 

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *