HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

Tjahjo Kumolo:E-KTP Tercecer Tak Ada Hubungannya Dengan Pemilu

Cendana net news.-Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan permasalahan Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTPtercecer yang kini mencuat tidak ada hubungannya dengan daftar pemilih tetap pemilu 2019. Sebabnya, DPT merupakan otoritas mutlak Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara pemilu.
"Jadi masalah e-KTP hari ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan DPT pemilu," kata Tjahjo melalui keterangannya, Rabu, 12 Desember 2018.
Ia menuturkan kewenangan Kemendagri hanya sebatas memberikan Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu sesuai amanat Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu. Data tersebut telah diserahkan Kemendagri sejak 17 September 2017.
Kemendagri, kata dia, tidak mempunyai kewenangan untuk mencapuri yang menjadi tanggung jawab KPU, terkait data pemilih. "Tugas pemerintah dan pemerintah daerah sesuai UU Pemilu hanya membantu saja. Yang menentukan DPT dan tahapan pemilu sepenuhnya wewenang penyelenggara pemilu.'
Menurut Tjahjo, tidak tepat jika permasalahan e-KTP yang tercecer dikaitkan dengan pemilu. Masih menurut Tjahjo, tindakan membuang e-KTP itu merupakan tindak pidana yang tidak terkait dengan pemilu.
"Jumlah pemilih dan siapa-siapa yang terdaftar setiap TPS akan diumumkan oleh KPU dan bisa diakses oleh masyarakat," ujarnya, lalu menambahkan, "Jadi dengan mudah DPT bisa dilacak."
Jika tiba-tiba ada orang mau datang, lalu mencoblos sembarangan, menurut dia, penyelenggara pemilu berhak menolaknya. Apalagi, kata dia, jumlah pemilih setiap TPS hanya maksimal 300 orang. 
Jadi masyarakat di TPS akan saling mengenal dan mengawasi kontestan, saksi-saksi, parpol, paslon, dan pengawas TPS.
"Akan saling kontrol dan saling mengawasi. Jadi tidak benar asumsi-asumsi dan dugaan tersebut," ucapnya.
Ia menjelaskan kecurangan dalam pemilu merupakan tindak pidana. Untuk itu, Tjahjo mengimbau agar masyarakat melawan racun demokrasi seperti politik uang, politisasi sara dan kampanye negatif.
 "Saya menegaskan mari kita tolak dan lawan siapa pun yang coba-coba melakukan kecurangan dalam pemilu."(tpc/red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *