HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

LBH Adukan PT Teknologi Pengangkutan Indonesia ke Kapolri atas Dugaan Penipuan

Cendananet news.-Puluhan sopir taxi online meminta perlindungan hukum ke Kapolri Jenderal pol Tito Karnavian. Lebih kurang 24 Sopir Ojek tersebut mengeluh tentang dugaan penipuan yang dilakukan perusahaan mitra dari Grab yakni PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (PT TPI) yang diduga telah mengesampingkan hak mereka yang dijanjikan sejak awal.
Puluhan sopir ojek ini yang menemui Jon Effendi SH dan Prengki L Sibarani  di Lembaga Bantuan Hukum Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi Aparatur Negara Republik Indonesia (LI TPK AN RI).
"Kami sudah mengajukan surat dumas (pengaduan masyarakat) ke Kapolri atas penipuan atau iklan menyesatkan yang diduga dilakukan oleh para pelaku usaha (PT TPI) terhadap supir grab," kata Jon.
Tak hanya itu, demi memberikan pendampingan hukum para sopir grab, Jon juga sudah mengajukan gugatan perdata ke PN Medan yang pada tanggal 21 Desember 2018 dan rencananya sidang perdana digelar akhir Januari 2019 ini.
kata Jon peristiwa ini bermula pada tahun 2017 saat para supir ojol melihat iklan online, brosur dan spanduk milik PT TPI berisi "Kesempatan memiliki mobil sendiri, raih kesempatan berpenghasilan fantastis dan bawa pulang mobil gratis, deposit hanya 5 juta rupiah dengan sistem kepemilikan unit (dicicil melalui Top Up).
Dalam iklan tersebut, TPI memberikan kesempatan bagi yang belum memiliki kendaraan pribadi untuk memiliki mobil sendiri melalui "program Gold Captain dengan deposit 5 jutaan, order prioritas aplikasi dari pihak Grab, kemudahan pengurusan SIM, KIR dan peraturan pemerintah lainnya, raih peluang dapat mobil & kerja bersama program Gold Captain TPI".
Tertarik dengan iklan tersebut, para sopir taksi online ini pun satu persatu mendatangi Kantor PT TPI, Cabang Komplek CBD Polonia. Mereka pun mengisi formulir hingga menyiapkan dokumen persyaratan untuk menjadi supir karena akan memiliki mobil sendiri.
"Jadi para sopir ini tertarik dan Para telah memberikan panjar atau deposit Rp 5 juta melalui Bank CIMB Niaga ke rekening PT TPI. Para penggugat juga diarahkan untuk kegiatan selanjutnya (welcome Session)," jelasnya.
Pada saat kegiatan Welcome Session itu, para sopir dijelaskan bahwa sistem pembayaran angsuran dilakukan setiap Rabu sore dipotong melalui rupiah kredit driver. 
Total dipotong diantaranya Mobil Calya Rp 1.190.000 ditambah Rp 45.000 untuk perawatan mobil dan Mobil Sigra Rp 1.170.000 ditambah Rp 45.000 untuk perawatan mobil.
"Saat pengambilan mobil, para sopir yang sekarang berstatus penggugat menandatangani surat perjanjian yang di halaman terakhir hanya ditandatangani oleh pra penggugat secara beramai-ramai tanpa diberi salinan/foto copi. 
Penandatanganan itu hanya dilayani satu sampai dua karyawan saja sehingga terkesan suasana tidak kondusif/keadaan panik. Para penggugat tidak diberikan kesempatan untuk membaca dan memahami isi surat perjanjian itu," ujar Jon.(ttc/rb/red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *