HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

Lembaga Survei Tantang Prabowo Buka Data Exit Poll

Jakarta,cendananet news.-Sejumlah lembaga survei hitung cepat (quick count) memiliki hasil yang berbeda dengan exit poll yang dilakukan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Prabowo menuding hasil lembaga survei dibuat untuk menggiring opini duet Prabowo-Sandi kalah. Menanggapi pernyataan Prabowo, lembaga survei menantang tim Prabowo untuk membuka data exit poll.

"Dia (Prabowo) keluarkan data versi pollster yang memenangkan dia. Buat saya ini enggak sehat. Buka saja, ada kantor, SDM-nya atau enggak, dan audit semua proses mereka. Kami enggak bohong dan enggak sanggup mengarang 2002 TPS," kata CEO Cyrus Network, Hasan Nasbi, di Jakarta, Rabu (17/4).

Hasil sejumlah lembaga survei menyatakan sementara pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin meraih keunggulan. Cyrus Network yang bekerja sama dengan CSIS misalnya menyatakan Jokowi-Ma'ruf unggul 55,77 persen dari data yang masuk sebesar 87,66 persen hingga pukul 17.12 WIB.

Perhitungan cepat CSIS bersama Cyrus Network mengambil sampel dari 2002 TPS di 34 provinsi yang dipilih acak melalui metode Multistage Random Sampling. Tingkat kepercayaan perhitungan cepat ini 95 persen dengan margin of error sekitar satu persen.

Sementara exit poll BPN di 5.000 TPS menunjukkan Prabowo-Sandi menang 55,4 persen dan hasil quick count menang 52,2 persen.

Menurut Hasan, Prabowo mengumumkan kemenangan tanpa data.

"Hari ini ada lagi kejadian seperti itu dan lebih fatal deklarasi kemenangan tanpa data. Menuduh pollster berpihak. Kami mendukung iya, tapi hasil yang keluar profesional," ucap Hasan.

"Saya ingin tekankan kalau mau demokrasi ini berjalan benar, hindari sikap tak sportif yang angkat data tak bisa dipertanggungjawabkan. 2002 TPS saja susah apalagi 5000 TPS. Kalau dicocokin enggak akan bisa, pasti ngawur," tutur Hasan melanjutkan.
Selain dari Cyrus Network, lembaga survei Litbang Kompas juga menyatakan hasil hitung cepat yang mereka lakukan independen. Hasil survei Litbang Kompas hingga pukul 17.44 WIB dengan total suara masuk 79,75 persen menunjukkan keunggulan Jokowi-Ma'ruf dengan 64,16 persen.

"Memang deploy quick count semua ini tentu sangat costly. Namun karena Kompas merasa tanggung jawab kepada pembaca dan pemasang iklannya inilah pertanggungjawabannya, sehingga seluruh biayanya sendiri. 


Sehingga tidak ada partisipasi pihak manapun, jadi kami independen," kata Kepala Litbang Kompas Harianto Santoso.

Sedangkan Peneliti LSI Denny JA, Fitri Hari, menyatakan menghormati sikap para kandidat soal hasil exit poll. Namun, dia menyatakan hal itu bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Prinsipnya kami tetap menggangap KPU sebagai otoritas yang menetapkan pemenang Pilpres 2019. Kami bekerja independen," kata Fitri.(cnn/sbm)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *