HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

Sebut Pemilu Aman, Kapolri Soroti Tiga Masalah Ini

Cendananet news.-Kapolri Jenderal Tito Karnavianmemastikan proses pencoblosan Pemilu 2019 berjalan lancar. Namun, Tito menyoroti tiga masalah yang terjadi selama kegiatan pencoblosan.

Tiga masalah itu adalah kasus penusukan Ketua KPPS di Kabupaten Musi Rawas,Sumatera Selatan. Menurut Tito, penusukan itu dipicu oleh rebutan kunci kotak suara. 

"Tiga masalah itu antara lain, peristiwa penganiayaan terhadap seorang anggota KPPS atau ketua KPPS di wilayah Sumatera Selatan dengan anggota Lima Sentiaga karena rebutan kunci kotak suara," kata Tito dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (18/4/2019). 

Selain itu, Tito juga menyoroti terkait penembakan warga Sampang, Madura hingga dua pemuda yang membawa kabur kotak suara di Bebeleh, Robatal, Sampang, Madura. Mantan Kapolda Metro Jaya itu memastikan semua kasus sudah ditangani dengan baik.


"Yang kedua adalah peristiwa di Sampang karena adanya rebutan mandat saksi sampai ada yang terluka dari saksi dari satu partai politik. Yang ketiga adalah ada yang melarikan kotak suara satu daerah Sampang juga, motifnya uang juga tapi semua sudah kami tangani," ujar dia.

Tito juga menjelaskan ada beberapa wilayah yang ditunda namun tak signifikan. Hal itu disebabkan oleh surat suara yang rusak, terlambat hingga tertukar. Namun dia menegaskan hal itu sudah diselesaikan di tingkat lokal.


"Yang belum memang ada dua daerah yang kami beri atensi. Yaitu Wanggai karena abis gempa tapi sudah dilaksanakan rapat tadi malam melibatkan Bawaslu, tujuh kecamatan akan selesaikan. Kemudian yang kedua ada di Papua di Tolikara, kemungkinan ada beberapa distrik yang belum masuk surat suaranya Yahukimo dan Intan Jaya," ujar dia.

Tito mengatakan faktor cuaca menjadi masalah yang cukup serius dalam pendistribusian logistik pemilu. Masalah itu, menurut Tito, sudah dikomunikasikan dengan sejumlah pihak yang berwenang.

"Problem yang utama adalah problem cuaca kita tahu daerah gunung semua tergantung penerbangan jika cuaca tidak baik ya susah mendarat, otomatis kotak suara terlambat. Ini dibicarakan dengan panitia pemilu dan pengawas. Ini saya kira semua berjalan baik dan lancar," ujar dia.

Lebih jauh, Tito menyarankan bagi semua pihak yang merasa keberatan dengan proses penghitungan suara untuk melakukan tindakan yang sesuai dengan aturan. 


"Kalau ada hal-hal keberatan atau mengklaim sesuai dengan aturan hukum kami dari Polri dan TNI mengimbau gunakan mekanisme aturan hukum berlaku. Kalau yang melanggar peserta pemilu maka laporkan Bawaslu sesuai dengan tingkatan yang ada," Tito.

"Kalau yang melanggar panitia pemilu ada dewan kehormatan. Kalau diduga ada kegiatan yang bersifat struktur dan masif ada Makahmah Konstitusi," sambungnya.(dtn/cnn/red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *