HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

Apel Operasi Ketupat, Kapolri Ingatkan Kerawanan Pascapemilu

Cendananet News-Kapolri Jenderal Tito Karnavian memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat tahun 2019 di Monas, Jakarta Pusat. Tito mengingatkan pasukan bahwa pengamanan Lebaran tahun ini memiliki potensi kerawanan yang berbeda karena bertepatan dengan selesainya Pemilu 2019.

"Tahun ini memiliki karakteristik yang khas dibanding dengan operasi di tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini dilaksanakan bersamaan dengan proses tahapan penyelenggaraan pemilu tahun 2019. 

Oleh karena itu, potensi kerawanannya menjadi lebih berbeda dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya," ujar Tito dalam sambutannya di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (28/5/2019).

Tito melanjutkan, pengamanan Lebaran tahun ini akan lebih kompleks. Polri sudah mengidentifikasi beberapa gangguan yang dinilai dapat berpengaruh terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban di Masyarakat.

"Di antaranya adalah aksi terorisme, kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat, seperti pencurian, perampokan, penjambretan, begal, premanisme dan lain-lain, aksi intoleransi dan kekerasan, kelancaran dan keselamatan transportasi, baik di darat, laut, dan udara, serta kemungkinan permasalahan stabilitas ketersediaan harga dan ketersediaan bahan pokok. 

Di samping tentunya yang harus kita waspadai bencana alam, dan gangguan lain yang bersifat natural ataupun yang berhubungan dengan manusia," kata Tito.

Operasi Ketupat 2019 akan diselenggarakan di seluruh provinsi dengan 11 provinsi yang menjadi prioritas, yaitu wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, dan Papua.

"Operasi akan melibatkan 160.335 personel gabungan, terdiri atas 93.589 personel dari Polri, 13.131 dari TNI, 18.906 personel dari Kementerian dan Dinas terkait, 11.720 personel satuan kepolisian PP, 6.913 sukarelawan dari Pramuka, serta sukarelawan lainnya dari Ormas kemasyarakatan dan kepemudaan sebanyak 16.076 orang," ujarnya.

Operasi Ketupat 2019 akan digelar di 2.448 pos pengamanan, 746 pos pelayanan, 174 pos terpadu, 12 lokasi cek poin sepeda motor pada pusat aktivitas masyarakat, lokasi rawan gangguan kamtibmas, serta lokasi rawan gangguan keamanan, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas. Objek pengamanan dalam Operasi Ketupat tahun 2019 ini antara lain 898 terminal, 379 stasiun kereta api, 592 pelabuhan, 212 bandara, 3.097 pusat perbelanjaan, 77.000 lebih tempat keagamaan, serta 3.500 lebih objek wisata.

Tito menambahkan apel gelar pasukan memiliki dua tujuan. Pertama, untuk mengecek persiapan personel, peralatan, dan seluruh aspek operasi. Termasuk sinergi dan soliditas seluruh komponen penyelenggara. 

"Kedua, apel ini diselenggarakan dengan maksud untuk menunjukkan kesiapan penyelenggaraan operasi kepada publik, sehingga akan menumbuhkan rasa tenang, rasa aman, dan rasa nyaman bagi masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan sepanjang bulan Ramadhan dan juga berlebaran," imbuhnya.(dtc/cnn)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *