HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

Orang Tua Korban Tampak Histeris Melihat Anaknya Tewas Ditabrak Kereta Api

Medan,Cendananet News- Edward Tanoto (13), tewas ditabrak kereta api perlintasan Jalan Timah, Kelurahan Sei Rengas II, Medan Area, Rabu (2/10/2019) sekira pukul 15.00 WIB.

Warga Jalan Logam No. 2A, Kelurahan Sei Rengas II, Kecamatan Medan Area ini sempat terpental 3 meter setelah dihantam kereta api.

Kejadian tersebut bermula saat korban sedang duduk di pinggir rel kereta seorang diri. Saat itu, melintas kereta api dengan membunyikan klakson.

Korban yang melihat dan mendengar klakson kereta api akan lewat kemudian bangkit untuk beralih ke pinggir rel sambil menyeberangi rel.

Namun nahas, saat korban berada di pinggir rel, tiba-tiba korban terpeleset dan jatuh dengan posisi kepala ke arah kereta api.

Akibatnya, korban pun langsung disambar kereta api hingga terpental ke tanah sejauh 3 meter dari lokasi pertama ditabrak, korban tewas di tempat dengan kondisi sangat mengenaskan.

Warga sekitar Hernawati (35), yang berjualan gorengan di pinggir rel, begitu melihat korban tertabrak kereta api langsung berteriak.

Teriakan saksi ini terdengar warga sekitar, sehingga warga langsung memadati lokasi kejadian. Melihat korban sudah tewas, warga pun langsung menghubungi pihak yang berwajib.

Kapolsek Medan Area Kompol Anjas Mara, membenarkan adanya peristiwa remaja tewas ditabrak kereta api tersebut.

Kapolsek mengatakan, jasad korban rencananya ingin dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi. Namun, kedua orang tua korban enggan dan menginginkan jenazah anaknya langsung dibawa ke kediaman mereka.

“Korban anak pasangan dari Theresia (43) dan Anton Tanoto (50). Saat jenazah korban hendak kita bawa ke RS Bhayangkara Medan guna autopsi, kedua orang tua korban tidak mau, dan memilih untuk dibawa pulang ke rumahnya,” jelas Kapolsek Medan Area.

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *