HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

Gubernur Edy Minta Merdeka Walk di Lapangan Merdeka Medan Dibongkar

Medan,Cendananet News-Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mendesak agar Lapangan Merdeka, Medan, dikembalikan fungsinya seperti semula. Gubsu Edy ingin Merdeka Walk yang jadi pusat jajanan 'disingkirkan' dari Lapangan Merdeka.

"Itu nanti, tak ada lagi Merdeka Walk itu di situ," kata Edy di hadapan peserta FGD Rencana Program Pengembangan Jalan Metropolitan Mebidangro (Medan-Binjai-Deli Serdang-Karo) di Hotel Arya Duta, Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan, Rabu (20/11/2019).

Penataan Lapangan Merdeka, sambung Edy, merupakan bagian dari pengembangan program Mebidangro yang digagas saat ini. Termasuk di antaranya penataan transportasi dan pembangunan berbagai sarana.Desakan penataan Lapangan Merdeka ini sudah beberapa kali disampaikan Edy. 

Dia ingin Lapangan Merdeka itu kembali sebagai alun-alun kota yang tertata baik, menjadi ruang terbuka hijau dan tempat aktivitas masyarakat, bukan pusat bisnis.

Sebab itu, pusat jajanan Merdeka Walk yang ada di sisi barat lapangan itu diminta dibongkar. "Harus ditata," kata Edy.

Pusat jajanan Merdeka Walk itu berdiri pada 2005 seizin Wali Kota Medan Abdillah. Seiring dengan berdirinya berbagai bangunan di sekeliling Lapangan Merdeka, walhasil luas awalnya yang semula 4,8 hektare kini semakin berkurang.

Merunut pada sejarahnya, Lapangan Merdeka merupakan bagian dari sejarah perjuangan kemerdekaan rakyat di Sumatera Utara. Setelah Jepang menyerah, di lapangan yang saat itu masih bernama Fukuraido itu berlangsung rapat raksasa pada 6 Oktober 1945 dan di sana secara resmi berita proklamasi Indonesia dibacakan Gubernur Sumatera Muhammad Hasan.

Tiga hari kemudian, lapangan itu dinamakan Lapangan Merdeka. Saban 17 Agustus dilaksanakan upacara yang dihadiri Gubernur Sumut sebagai inspektur upacara.

Edy Rahmayadi pernah menjadi Komandan Upacara 17 Agustus di Lapangan Merdeka saat masih menjabat sebagai Danyon Infanteri Lintas Udara 100/Prajurit Setia. Masa itu Gubernur Sumut dijabat Rizal Nurdin.(cnn/rul-dn)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *