HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

Pemko Binjai Tanggapi: Pelaku Penyebar Berita Hoaks Soal Covid 19, Dapat Dijerat Pasal Berlapis

Cendana Net News, Kota Binjai,  Pemerintah Kota (pemko)  Binjai menanggapi secara serius menyangkut Isu berkembang ditengah-tengah masyarakat, perihal hoaks atau kabar bohong.

terkait virus Corona yang secara sengaja dan masif disebarkan oknum  tidak bertanggung jawab melalui jejaring media sosial seperti, Facebook,Twitter, WhatsApp, Instagram dan lainnya, Senen, 23 Maret 2020.

Berita kabar bohong itu, masalah menyebutkan, ada korban Suspect Corona di Kota Binjai, telah meninggal dunia, selain penutupan pasar Tavip Binjai selama tiga hari kedepan.

Selain melanggar hukum, tindakan penyebaran hoaks terkait isu virus Corona atau Covid 19, dengan begitu dapat menyebabkan kepanikan dikalangan masyarakat akan penyakit yang pertama kali ditemukan warga masing-masing negara di Kota Wuhan, Tiongkok.
Seperti disampaikan Kalaksa BPBD Kota Binjai, Ahmad Yani, S.STP,  M.AP dalam wawancara bersama awak media di Posko
Penanganan Covid 19 berada di Kantor Dinas Kesehatan Kota Binjai, Jalan Ikan Hiu, Kelurahan Daratan Tinggi, Kec. Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara.

"Dia menambahkan, bahwa isu yang mengatakan adanya pasien Suspect Corona yang meninggal dunia dan penutupan pasar Tavip selama tiga hari  kedepan hal itu adalah tidak benar, dan perlu saya tekankan bahwa itu hoaks atau kabar bohong  jangan percaya kabar tersebut," ujarnya.

Kemudian Ahmad Yani mengimbau kepada masyarakat supaya mengakses informasi
yang benar sumbernya terpecaya dan tidak ikut- ikutan menyebarkan isu ysng belum jelas kebenarannya.

"Sekali lagi saya mintakan kepada masyarakat tidak terfokus dengan isu kabar bohong yang tidak bertanggung jawab yang sengaja menyebarkan berita bohong melalui media sosial. Kepada masyarakat jangan turut pula mengshare ulang isu tersebut, karena bisa dijerat pidana.

Sebaiknya akses informasi yang jelas  dari sumver terpecaya atau yang resmi dari pemerintah atau situs media pemberitaan terkonfirmasi beritanya maupun dapat mengunjungi halaman media sosial resmi milik pemerintah,"tambahnya.

Orang yang tidak bertanggung jawab menyebarkan kabar bohong dapat dikenakan sanksi pidana bukan hanya satu pasal melainkan dapat dijerat dengan ancaman berlapis, seperti UU ITE pasal 28 ayat 2, pasal 390 KUHPidana dan UU Nomor: 1 Tahun 1946.(shaf/zie)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *