HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

Kasubbid Penmas Polda Sumut Imbau Warga Bila Temuksn Pemotongan Dana Bansos Pada Kepolisian

Cendana Net News Medan,Gebyarnya penyaluran bantuan sosial tunai (bst) dari pemerintah dalam meringankan beban masyarakat ditengah merebahnya wabah pandemi virus Corona (Covid 19), sehingga banyak pula terjadi virus terdampak penyelewengan yang mengecewakan di lapangan. Bahkan ada kasus di Sumatera Utara (Sumut) pemotongan gila-gilaan sampai  75 persen seharusnya dapat bansos tunai Rp.600 ribu, tapi apa jadinya, diterima kenyataannya ada warga menerima Rp 150 ribu.

Ini telah terjadi di desa Buluduri, Kecamatan Lae Psrira, Kabupaten Dairi, dengan dana bansos tunai Rp 600 ribu untuk warga kurang mampu, diduga hal ini di sunat oknum Kepling (Kepala Lingkungan) atau Kepala Dusun (Kadus), maupun Lursh/Kades bisa juga atasan mereka  yang nekad itu, jelasnya oknum-oknum tersebut bisa tersandung hukum alias masuk penjara.

Hal serupa itu puls membuat kesal dan diambil tindakan oleh Polres Dairi, dengan menetapkan satu tersangka , namun tidak secara rinci disebutkan nama oknum yang melakukan pemotongan dana bansos Covid 19 tersebut.

Dari informasi terurai yang dihimpun awak media dengan Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nsinggolan, dalam menyikapi hal itu, menghimbau serta  mengajak masyarakat bila menemui ada kasus penyelewengan dana bansos segera layangkan.laporan pada Kepolisian,"nanti pasti akan kita tindak lanjuti dengan seperti Polres Dairi, kini kasus sedang dillidik kepolisian," terangnya.

Dalam penanganan dugaan penyimpangan dana bansos, apa ada tim khusus, disebut AKBP MP Nainggolan, sudah ada tim satgas pangan yang bertugas  menangani hal tersebut,, kita memang ada tim di satgas pangan tapi bagaimana memantau semua link perangkat desa dan kecamatan.

"Maka informasi dan laporan dari warga untuk membantu petugas agsr kasus serupa tidak lagi tetulang kembali di beberapa daersh maupun Desa di Sumut, pihaknya alaporan pada Kepolisian, "nanti pasti akan kita tindak lanjuti dengan seperti Polres Dairi, kini kasus sedang dillidik kepolisian," terangnya.

Dalam penanganan dugaan penyimpangan dana bansos, apa ada tim khusus, disebut AKBP MP Nainggolan, sudah ada tim satgas pangan yang bertugas  menangani hal tersebut,, kita memang ada tim di satgas pangan tapi bagaimana memantau semua link perangkat desa dan kecamatan.

"Maka informasi dan laporan dari warga untuk membantu petugas agsr kasus serupa tidak lagi tetulang kembali di beberapa daersh maupun wDesa di Sumut, pihaknya agar penyaluran dana bansos tersebut, tepat pada sasaran,"jelasnya.

"Halnya sama harapan pemerintah dan Polri pengawas semua dana bansos dari pemerintah harus sampai pada yang berhak, dan bila ada yang menyimpang berhadapan dengan hukum," tegas psk Neng.

Dicelah yang lain ikut berbicara Kasubbag Humas Polres Dairi, Iptu Donni Saleh secara terurai menerangkan, penyidik menetapkan satu tersangka Erni Aritonang, perangkat desa Buluduri, sebagai pelapor Togu Sinaga dengan laporan Polisi Nomor :LP/147/V/SU/2020/SPKT Tanggal 13 Maret 2020, ungkap Iptu Donni dari informasi yang dihimpun dengan terjadinya dugaan dana bansos yang di sunat itu.

Awal kejadian saat Togu Sinaga, keluar dari kantor Pos Kec.Silima Punga usai mengambil dana bansos sebesar gar penyaluran dana bansos tersebut, tepat pada sasaran,"jelasnya.

"Halnya sama harapan pemerintah dan Polri pengawas semua dana bansos dari pemerintah harus sampai pada yang berhak, dan bila ada yang menyimpang berhadapan dengan hukum," tegas psk Neng.

Dicelah yang lain ikut berbicara Kasubbag Humas Polres Dairi, Iptu Donni Saleh secara terurai menerangkan, penyidik menetapkan satu tersangka Erni Aritonang, perangkat desa Buluduri, sebagai pelapor Togu Sinaga dengan laporan Polisi Nomor :LP/147/V/SU/2020/SPKT Tanggal 13 Maret 2020, ungkap Iptu Donni dari informasi yang dihimpun dengan terjadinya dugaan dana bansos yang di sunat itu.

Awal kejadian saat Togu Sinaga, keluar dari kantor Pos Kec.Silima Punga usai mengambil dana bansos sebesar ,Rp 600 ribu, begitu sampai di pintu luar Togu dicegat oleh Erni Aritonang untuk menyerahkan uang.

Rp 600 ribu itu,, Dengan terpaksa Togu Sinags menyerahkan usng itu, lalu dia pulang ke rumahnya.Saat sore harinya, Erni Aritonang, kembali datang ke rumah Togu Sinaga, mengembalikan uang dana bansos haknya Togu Sinaga, tapi hanya diberikan Rp ,100 ribu," oleh sebab itu pelapor keberatan karena uang bansos tersebut dipotong dengan tinggal
Rp 100 ribu,"ujar Donni.

Lanjut Kasubbag Humas Polres Dairi mengatakan, pihaknya, mengamankan enam orang dengan terkait kasus itu dua orang diantaranya, Erni Aritonang dan dan isteri Kades Buluduri, Masniar Sitorus dan mereka tidak ditahan karena dijamin Kades Buluduri Osaka Sihombing.

Sementara ini,pihaknya masih memeriksa 5 (lima) lagi dan juga tak tertutup kemungkinan diantaranya akan ada lahir tersangka baru, dalam waktu dekat ini akan dipaparkan untuk diekspos.

Berdasarkan laporan kasus tersebut, kami mencoba mengembangkan untuk mengungkap otak pelaku dibalik permainan kasus pemotongan atau penyelewengan dalam penyaluran dana bansos sekaligus yang terlibat bagi pihak-pihak lainnya.

Menurut Iptu Donni, dsri pemeriksaan penyidik belum ditemukan keterlibatan Kades Buluduri, Osaka Sihombing.

Namun demikisn halnya, kita turut mengamankan uanh bansos sekirs Rp 12,3 juta, rapi uang ini bukan barang bukti akan halnya nantin akan kembalikan psda yang berhak," kata akhir Donni kepada awak
Media.

Kasus kssus yang sama secara terpisah terjadi juga daerah Deli Serdang kasus pemotongan dana bansos, bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa (DD) yang tetjadi di desa Sumberejo Kec.Pagar Merbau Deli Serdang.

Kini kasus tersebut, datangani unit tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Deli Serdang dan langsung menindak lanjuti langsung pemotongan dana  BLT terhadap masyarakat, dengan BLT sebesar Rp 600 ribu, dan akhirnya
nenerima hanya Rpn150 ribu tersebut.

Informasi diporeleh di Polresta.Deli Serdang, penyidik memeriksa terhadap Kades dan Kadus serta Bendahara desa, selain ada 3 (tiga) orang warga masyarakat ikut terperiksa karena sempat menerima bantuan Rp 150 ribu tersebut.

Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Yemi Mandagi tegaskan, bantuan yang telah diprogramkan oleh pemerintah tidak boleh dipotong meskipun ada kesepakatan dan musyawarah di desa itu, Tapi selagi ada yang keberatan tetap tidak dibenarkan untuk dipotong haknya.

"Karena sumber bantuan bukan intinya
yang merasa dirugikan begitu juga kerugian negara, pasti kita proses kasus penyaluran dana BLT dan dans desa (DD) tersebut, karena sudah menjadi pemberitaan media massa serta viral di media sosial (Medsos)," ujar Kombes pol Yemi Mandagi.

Sementars itu, ada pengakuan dari Robi Mustafa ,(32) warga Dusun Sumberejo menyebutkan, oknum Kepala Dusun (Kadus) mendatangi rumahnya setelah dirinya menerima BLT Rp 600 ribu di balai desa.

Hal tersebut terkait, Oknum Kepala dusun (kadus) meminta Rp 450 ribu dengan alasan dibagi,-bagikan untuk warga yang lain, sehingga Robi Mustafa menerima dana bsnsod sebesar Rp 150 ribu, paparnys. (shaf/zie).-

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *