HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

Perusahaan Perekrut ABK Indonesia yang Diperbudak di Kapal China Dilaporkan ke Mabes Polri

Cendananet News-Firma hukum Margono-Surya and Partners (MSP) melaporkan kasus dugaan perbudakan anak buah kapal (ABK) asal Indonesia di kapal ikan milik perusahaan China, Longxing 629 ke Satuan Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Mabes Polri, Jakarta.

Founder Margono-Surya and Partners, Ricky Margono meminta agar Polri mengusut perusahaan agency yang merekrut ABK-ABK tersebut di Indonesia.Perusahaan itu diduga melakukan perdagangan manusia seperti diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 dan pelanggaran terhadap pekerja migran Indonesia seperti diamanatkan dalam UU Nomor 18 Tahun 2017.

Indikasi tersebut terlihat pada perjanjian kerja laut (PKL) seorang ABK, Effendi Pasaribu yang meninggal di Korea Selatan.

"Perjanjian kerja laut almarhum dibuat secara bertentangan dengan Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 42 Tahun 2016, antara lain Pasal 11 ayat 1, karena PKL tersebut sepertinya belum diperiksa oleh perwakilan negara Indonesia di Tiongkok," kata Ricky kepada awak media, Jumat (8/5/2020).

Indikasi lain, lanjut dia, juga terlihat pada upah yang diterima almarhum. Dalam PKL disebutkan sebesar USD300 dolar per bulan dengan uraian dikirim kepada keluarga USD150, kemudian USD100 disimpan oleh delian atau pemilik kapal Longxing 629, USD50 diambil di atas kapal setelah kapal sandar.

"Kemudian ada jaminan sebesar USD 800 yang harus dibayarkan almarhum kepada rekruitment agency di Indonesia," tambahnya.

Selain itu, almarhum juga masih ada biaya USD600 yang harus dikurangi dari upah untuk membayar penggantian biaya dokumen kepada agen perekrut di Indonesia."Ada ancaman denda sebesar USD 1600 jika berhenti kerja dan USD 5000 jika almarhum pindah kapal," bebernya.

Ricky melaporkan perusahaan perekrut dan pengirim ABK tersebut ke Polri. Tapi, dia enggan menyebutkan nama perusahaan itu.

Berdasarkan penulusuran awak media dalam kasus ini ada tiga agency yang terlibat masing-masing PT LPB, PT APJ, dan PT KB.

Menurut Margono, pelaporan ini dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi pada 30 April 2020 terkait meninggalnya 4 ABK Indonesia yang bekerja di kapal Longxing 629.

Laporan itu disampaikan oleh seorang pengacara publik Korea Selatan, bernama Jong Chul Kim dari organisasi APIL (Advocates for Public Interest Law) dan diterima salah satu founder dari Margono -Surya and Partners (MSP), David Surya.(cnn/okz)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *