HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Nasional

Kesehatan

KRIMINAL

3/INFO%20KRIMINAL/post-grid

NASIONAL

4/INFO%20NASIONAL/small-col-right

POLITIK & HUKUM

1/INFO%20POLITIK%20%26%20HUKUM/big-col-left

Pendidikan

Olahraga

Kriminal

Header Ads

Comments

Comments

DAERAH

3/INFO%20DAERAH/big-col-right

Pages

EKONOMI

3/INFO%20EKONOMI/big-col-left

BERITA POPULER

Sat Res Narkoba Polrestabes Medan Memaparkan pengungkapan sabu-sabu 18 kg jaringan internasional


Cendananet News,Medan-Sat Res Narkoba Polrestabes Medan ungkap peredaran 18 kg sabu-sabu dari 6 orang jaringan internasional, satu orang tewas ditembak karena melawan. 

Jaringan ini menjadikan mess Pemko Tanjungbalai Jalan Karya Jaya Kecamatan Medan Johor, Kota Medan sebagai tempat simpan sabu-sabu.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko yang memimpin paparan pengungkapan ini mengatakan, terungkapnya mess Pemko Tanjungbalai jadi tempat simpan sabu-sabu ini berawal dari penangkapan tiga orang pada Selasa (29/9/2020). Yakni, JSP (51), CP (31) dan SP (36). Ketiganya, warga Tanjungbalai.

“Ini berawal Satres Naskorba Polrestabes Medan mendapati informasi bahwa ada bandar sabu-sabu yang ada dalam wilayah Kota Medan, tepatnya depan rumah makan ayam penyet Medan. 

Hasil penangkapan, ada tiga orang. Yaitu, JSP, CP dan SP. Kita mengamankan ada 4 kg sabu-sabu,” ungkap Riko dalam paparannya, Senin (5/10/9/2020).

Turut mendampingi Kanit Idik III Sat Res Narkoba Iptu Irwanta Sembiring, Riko menjelaskan, pengembangan pun dengan menangkap tersangka lainnya. 

Yakni, seorang warga Aceh Utara bernama I (25) dengan barang bukti 1 kg sabu-sabu. Petugas membekuknya sekitar pool bus Bintang Utara Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas.

Kemudian berlanjut, dengan penangkapan dua tersangka lainnya, MK (21) dan RMN (30) keduanya juga warga Aceh Utara depan sebuah hotel. Dari keduanya, petugas kembali sita 8 kg sabu-sabu.

Pada penangkapan tersebut, petugas terpaksa lakukan tindakan tegas dengan melumpuhkan salah satu tersangk karena berusaha melawan petugas.

“Total ada 6 tersangka, 5 tersangka kita hadirkan. Satu orang karena melawan petugas dengan pisau atau berusaha melukai petugas sehingga anggota melakukan tindakan tegas dengan menembak tersangka, atas nama RMN,” tuturnya.

Riko menyebutkan, pengungkapan jaringan tersebut, para tersangka menjadikan mess Pemko Tanjungbalai sebagai tempat penyimpanan sabu-sabu.

“Hasil pendalaman kita datangkan mess Pemko Tanjungbalai. Salah satu kamar, kita temukan ada 5 kg sabu-sabu dalam kamar mess Pemko Tanjung Balai yang bertuliskan Sekda Pemko Tanjungbalai. Mereka menyimpan sabu-sabu ini dalam sebuah kaleng,” sebutnya.

Pihaknya pun masih mendalami kasus ini. Tak hanya terhadap jaringan saja, juga motif tersangka menjadikan mess Pemko Tanjungbalai sebagai tempat menyimpan sabu-sabu. 

Termasuk adanya keterlibatan oknum-oknum atau orang-orang yang dekat dengan pejabat atau pimpinan Pemko Tanjungbalai.

“Kita masih kembangkan, kenapa barang bukti itu disimpan salah satu Pemko yang ada di Kota Medan ini,” jelasnya.

Riko membeberkan, pengakuan salah satu tersangka yakni, Jimmy saat penangkapan mengaku sebagai wartawan media cetak. Pengakuannya pun, ia bekerja bersama orang tua Walikota Tanjungbalai.

“Saudara JSP ini, ia mengatakan bahwa Saya adalah wartawan media cetak Tanjungbalai. Yang bersangkutan juga mengaku sekarang ikut bekerja dengan orang tua Walikota. 

Kita sedang dalami kenapa yang bersangkutan bisa mendapat fasilitas salah satu kamar mess, milik salah satu pejabat Pemko Tanjungbalai,”


Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *